Tak Masuk Rekrutmen PPPK, Guru Agama Ancam Mogok Mengajar

    Arga sumantri - 06 Maret 2021 15:34 WIB
    Tak Masuk Rekrutmen PPPK, Guru Agama Ancam Mogok Mengajar
    Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.



    Jakarta: DPP Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) menyayangkan formasi guru Pendidikan Agama tak masuk dalam rekrutmen satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Padahal, AGPAII mengaku sudah melakukan focus grup discussion (FGD) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), dan DPR.

    "Yang menjadi keprihatinan kami adalah tidak masuknya unsur Guru Pendidikan agama dalam rekruitmen guru ASN (Aparatur Sipil Negara ) atau PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)," kata Ketua Umum DPP AGPAII, Mahnan Marbawi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 6 Maret 2021.






    Ia menyebut, anggota AGPAII mencapai 235 ribu guru di seluruh Indonesia. Sebanyak 70 sampai 80 persen dari angka itu adalah guru honorer, dengan tingkat kesejahteraan jauh di bawah garis UMR (Upah Minimum Regional). 

    Sehingga, ketika program rekruitmen tenaga ASN atau PPPK yang tidak menyertakan guru pendidikan agama, kata dia, jelas menunjukkan negara abai terhadap Guru Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama.

    "Guru pendidikan agama diperlakukan tidak adil oleh negara, padahal mereka telah mengabdi berpuluh tahun dengan tingkat kesejahteraan memprihatinkan," tegasnya.

    Baca: Vaksinasi Guru di Jakarta Disebut Minim Sosialisasi

    Mahnan menambahkan, dirinya tidak bisa menolak jika terjadi gerakan masal untuk melakukan mogok mengajar agama secara nasional jika tuntutan guru pendidikan agama honorer tidak masuk dalam rekrutmen ASN atau PPPK.

    "Kami tidak bisa mencegah jika hal itu terjadi. Kami hanya meminta agar pemerintah baik Kemendikbud atau pun Kemenag, segera membuka formasi ASN atau PPPK untuk Guru Pendidikan Agama," terangnya.

    Tidak masuknya guru pendidikan agama dalam formasi PPPK, lanjut dia, menyebabkan guru pendidikan agama Islam dari berbagai provinsi menyampaikan aspirasi ke DPP AGPAII agar diperjuangkan nasibnya. Banyak guru pendidikan agama merasa dizalimi pemerintah. 

    Jika pada batas waktu tertentu, formasi rekruitmen ASN atau PPPK tidak menyertakan guru pendidikan agama, ia menyebut akan ada mogok mengajar secara nasional.

    "Kami berharap pemerintah segera memasukkan GPAI di sekolah dalam formasi ASN atau PPPK, agar mereka tidak mogok mengajar dan tenang melaksanakan tugas mengajar dan mendidik anak bangsa dalam menuju Indonesia emas. Atau Pendidikan Agama akan dihapus di negeri ini?" ungkap Mahnan.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id