Guru Tidak Merespons Jadwal Vaksinasi, Dinkes Terpaksa Alihkan Sasaran Vaksin

    Antara - 24 Juni 2021 20:24 WIB
    Guru Tidak Merespons Jadwal Vaksinasi, Dinkes Terpaksa Alihkan Sasaran Vaksin
    Ilustrasi. Medcom.id/Ilham Pratama



    Amuntai:  Dinas Kesehatan Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan terpaksa mengalihkan jatah vaksin para guru di daerah itu karena mereka tidak merespons saat diberitahukan untuk segera mendatangi lokasi vaksinasi covid-19.

    Kepala Dinas Kesehatan HSU Danu F. Fotohena di Amuntai mengatakan, para guru dan pendidik termasuk prioritas Dinkes untuk diberikan vaksinasi lebih awal.  "Tapi banyak guru yang tidak merespons jadwal vaksinasi covid-19, sehingga terpaksa vaksinnya kami alihkan ke sasaran lain yang juga prioritas," kata Danu, Kamis, 24 Juni 2021.

     



    Danu mengatakan, vaksinasi untuk guru sudah dijadwalkan, disiapkan vaksinnya dan diundang oleh masing-masing faskes untuk divaksin, namun sebagian guru tidak merespons.  Menurut Danu, salah satu alasan kenapa dia harus cepat mengalihkan ke warga lainnya, karena vaksin Sinovac tidak boleh lama tersimpan di tempat pendingin di puskesmas.

    Oleh karena itu, vaksin yang semula dijadwalkan bagi guru, terpaksa dialihkan ke sasaran lain yang sama-sama prioritas.  Menurut dia, jumlah vaksin terbatas sehingga bagi warga yang aktif datang ke faskes untuk mendapatkan vaksin akan dilayani.

    "Sekarang bebas saja, warga datang ke faskes maka akan dilayani dan mendapatkan vaksinasi covid-19," katanya.

    Baca juga:  Update: Baru 3,2 Juta Pendidik dan Tenaga Kependidikan Divaksinasi 

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HSU Junaidi Gunawan mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan agar para guru yang belum vaksin, tidak boleh mengajar tatap muka.

    "Kecuali karena alasan kesehatan, sehingga menunda vaksin, maka Dinas Pendidikan memberikan waktu sampai kondisi kesehatan guru memungkinkan untuk divaksin," kata dia.

    Junaidi menegaskan, hampir semua sekolah menyatakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun hanya 47 sekolah yang diizinkan melaksanakannya secara terbatas karena beberapa sekolah para gurunya belum seluruhnya menjalani vaksinasi.

    Sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri dan instruksi Bupati HSU Abdul Wahid, semua guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Disdik setempat diwajibkan mengikuti vaksinasi covid-19 agar bisa mengajar tatap muka.

    "Karenanya kami mengimbau pihak sekolah proaktif melaporkan data guru dan tenaga pendidik ke fasilitas kesehatan, terdekat untuk mendapat layanan vaksin dan melaporkan datanya juga ke Dinas Pendidikan," katanya

    Junaidi berharap, lebih banyak lagi sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan cara sif dan menerapkan protokol kesehatan.

    "Secara sarana dan prasarana, semua sekolah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, Disdik bersama satgas sudah melakukan monitoring ke sekolah-sekolah, hanya vaksin yang menjadi kendala," katanya.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id