P2G Minta Guru Lolos Passing Grade Tahap I Otomatis Lulus di Seleksi PPPK Tahap 2

    Citra Larasati - 17 Oktober 2021 20:41 WIB
    P2G Minta Guru Lolos <i>Passing Grade</i> Tahap I Otomatis Lulus di Seleksi PPPK Tahap 2
    Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim. Foto: Dok. pribadi



    Jakarta:  Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Pemerintah agar meluluskan secara otomatis para guru yang lolos passing grade namun tidak mendapatkan formasi pada seleksi PPPK Guru tahap I . Para guru honorer tersebut tidak mendapatkan formasi, karena tidak berasal dari sekolah induk, padahal nilai mereka di atas passing grade (PG). 

    "P2G memohon kepada Kemenpan RB dan BKN agar mereka yang nilainya di atas PG tidak perlu mengikuti seleksi PPPK Guru tahap 2 dan 3 lagi. Artinya otomatis dinyatakan lulus dan ditempatkan," ungkap Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 17 Agustus 2021.

     



    "Cukup banyak anggota P2G yang hasil nilai tesnya di atas passing grade dalam PPPK tahap 1, tetapi tidak ada formasi di sekolah tempat mereka mengajar atau mereka tak lolos karena bukan berasal dari sekolah induk, ini kan kasihan sekali," terang Satriwan.

    Terkait sangat minimnya formasi yang diajukan sekolah ke Pemda maupun yang disetujui Pemda dan Pemerintah pusat, ini menjadi fakta menyedihkan secara nasional. Contoh kasus di Kabupaten Garut, formasi yang disetujui pemerintah daerah hanya 196 formasi, sedangkan jumlah kebutuhan formasi guru honorernya mencapai angka 8.801 formasi.

    Baca juga:  Jelang Seleksi Guru PPPK Tahap 2, Kemendikbudristek: Tidak Usah Ikut Bimbel Berbayar

    Sementara itu dalam tes PPPK Tahapan 1 kemarin, yang lulus passing grade diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Mereka tak bisa menjadi PPPK karena minimnya formasi yang tersedia. 

    "Kami betul-betul memohon kepada Mas Menteri Nadiem Makarim dan Menpan RB menambah jumlah formasi guru PPPK, mendorong pemerintah pusat berkoordinasi dan mendesak Pemda untuk mengusulkan tambahan formasi guru PPPK, sedapat mungkin disesuaikan dengan angka kebutuhan yang riil di daerah, agar dapat mengakomodir semua guru honorer," lanjut Satriwan.

    Mengingat formasi guru PPPK yang tersedia terbatas, sekarang 2021 ini saja Pemda hanya mengajukan 506.252 formasi.  Padahal janji Mendikbudristek, Nadiem Makarim membuka 1.002.616 formasi. 

    ?"Ini masalah pokoknya," tegas Satriwan.

    Baca juga: P2G Sebut Pembelajaran Selama Pandemi Terkesan Panicgogik, Apa Maksudnya?

    Satriwan melanjutkan, P2G meminta Pemda dan pemerintah pusat mengkalkulasi dan membuat peta jalan guru honorer yang lulus PPPK nanti, bagaimana penempatan mereka setelah lulus, mendapatkan SK dari pemerintah daerah.

    Sebab, perlu diingat keberadaan guru PPPK bisa berpotensi menggeser keberadaan guru honorer yang sudah ada di sekolah tersebut. "Bisa-bisa para guru honorernya terbuang, lalu mau di kemanakan? Ini menjadi fakta bentuk diskriminasi lain bagi guru honorer," tutupnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id