Nadiem Jamin Seleksi Sejuta Guru Honorer Jadi PPPK Berjalan Adil

    Ilham Pratama Putra - 23 November 2020 20:56 WIB
    Nadiem Jamin Seleksi Sejuta Guru Honorer Jadi PPPK Berjalan Adil
    Mendikbud Nadiem Makarim.Zoom
    Jakarta: Pemerintah membuka kesempatan bagi seluruh guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) lewat seleksi online pada 2021. Menteri pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, setiap guru honorer mendapatkan hingga tiga kali kesempatan mengikuti seleksi.

    "Jadi kalau dia gagal pada kesempatan yang pertama dia dapat belajar lagi, belajar ulang dan mengulang ujian hingga dua kali lagi. jadi total itu bisa mengambil tiga kali tes tersebut," kata Nadiem dalam siaran Youtube Kemendikbud 'Pengumuman Seleksi Guru PPPK tahun 2021', Senin, 23 November 2020.

    Kebijakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan satu juta guru pada 2021. Nadiem mengakui saat ini isu kekurangan guru ASN di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Jumlah guru ASN yang tersedia di sekolah negeri hanya 60 persen dari jumlah kebutuhan seharusnya. 

    "Jumlah ini pun dalam empat tahun terus menurun rata-rata enam persen setiap tahun. Hal ini menyebabkan sulitnya tercapai pelayanan yang optimal bagi para siswa," jelasnya.

    Baca: Simak, Cara Pendaftaran Seleksi PPPK untuk Guru Honorer

    Nadiem pun ingin pengangkatan guru honorer harus lebih masif. Selain karena kompetensinya yang baik, guru honorer yang diangkat sekaligus memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

    "Pembukaan seleksi ini adalah untuk menyediakan kesempatan yang adil, kesempatan untuk para guru honorer kita yang terbaik untuk membuktikan kompetensi mereka. Untuk membuktikan kompetensi mereka tanpa kita batasi," ungkap Nadiem.

    Agar target kuota satu juta guru terpenuhi, pihaknya mengajak pemerintah daerah untuk mengajukan formasi kebutuhan guru di daerahnya masing-masing. Hal ini sangat penting karena pihaknya baru mendapatkan sekitar 200 formasi guru.

    "Padahal kita mengetahui bahwa kebutuhan kebutuhan guru ASN kita jauh lebih besar dari itu, sampai satu juta. Jadinya masih ada gap, masih ada masih ada yang harus kita tutupi perbedaan antara formasi yang sudah diterima sama jumlah yang seharusnya ada," ucap Nadiem.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id