AGSI Harap Passing Grade Seleksi PPPK Guru Diturunkan

    Ilham Pratama Putra - 14 September 2021 14:15 WIB
    AGSI Harap Passing Grade Seleksi PPPK Guru Diturunkan
    Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Sumardiansyah. zoom



    Jakarta: Passing grade seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dinilai masih tinggi. Nilai ambang batas kelulusan seleksi PPPK Guru saat ini dinilai terlalu tinggi.

    Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Sumardiansyah Perdana Kusuma berharap adanya penurunan passing grade. Penurunan nilai ambang batas kelulusan diharapkan memudahkan para guru lolos seleksi PPPK.

     



    "Sehingga mudah-mudahan passing grade di bawah standar, karena saya dapat info sebagian teman-teman di bawah standar untuk tes bidang," ujar Sumardiansyah dalam konferensi pers, Selasa 14 September 2021.

    Namun dia ingin melihat terlebih dahulu, berapa skor yang dapat diraih para guru. Baru setelahnya pihaknya melakukan komunikasi kepada pemerintah dan pihak terkait.

    "Itu setelah kita punya data nasional artinya setelah seleksinya selesai tahap akhir berapa sih rata-rata skor yang diperoleh guru honorer. Apakah lolos passing grade, apakah di bawah passing grade atau justru minimal passing grade," terangnya.

    Baca: Masalah Seleksi PPPK Guru, Tak Dapat Lokasi Hingga Batal Ikut Ujian

    Menurut dia, afirmasi itu diperlukan, agar mempermudah guru honorer lolos menjadi PPPK. Terlebih, saat ini keberadaan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat dibutuhkan. Dia pun meminta agar pemerintah dapat memberikan afirmasi lainnya. Seperti kepada guru yang memiliki NUPTK, sertifikasi pendidik, lama mengabdi dan usia.

    "Afirmasi bisa jadi kebijakan, dispensasi supaya teman-teman bisa masuk dalam gerbong PPPK," terang dia.

    Dia juga meminta pemerintah tak terlalu berpatok pada kompetensi. Terutama, bagi guru honorer yang sudah lama mengabdi.

    "Persoalan kompetensi, seharusnya pemerintah melakukan itu secara berkelanjutan, tapi soal pengabdian, soal kesabaran, totalitas tida bisa dibayar dengan apapun. Kompetensi bisa dilatih, tapi pengabdian sekian puluh tahun tidak bisa diukur dengan apapun," tuturnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id