Asosiasi Guru Sejarah Tuntut Perbaikan Sistem Rekrutmen PPPK Guru

    Ilham Pratama Putra - 14 September 2021 14:52 WIB
    Asosiasi Guru Sejarah Tuntut Perbaikan Sistem Rekrutmen PPPK Guru
    Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi



    Jakarta:  Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) mendapat laporan kendala yang dialami para guru honorer  dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ada guru honorer yang tak bisa ujian meskipun telah lulus verifikasi pemberkasan, memiliki nomor ujian dan berhasil cetak kartu ujian.

    Mereka tak bisa ujian karena tidak mandapatkan lokasi dan tanggal tes. Hal itu disebabkan peserta dianggap tidak mendaftar formasi di sekolah induk.

     



    Menurut Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Sumardiansyah Perdana Kusuma hal itu terjadi akibat tidak adanya koordinasi yang baik antar kementerian dan lembaga. Untuk itu pihaknya menuntut agar dilakukann perbaikan sistem perekrutan PPPK.

    "Perbaiki sistem rekrutmen PPPK melalui sinergitas antarlembaga, pola sosialisasi yang efektif, dan mohon diberikan keadilan kepada guru-guru sejarah honorer yang sudah dinyatakan lolos verifikasi, memiliki nomor peserta ujian, bahkan sudah dapat dicetak kartu ujiannya agar bisa mengikuti seleksi PPPK tahap pertama," kata dia dalam konferensi pers, Selasa, 14 September 2021.

    Menurut dia, kendala tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengarahkan peserta untuk seleksi PPPK gelombang ke dua. Sumardiansyah menyebut hal itu tidak adil.

    Baca juga:  AGSI Harap Passing Grade Seleksi PPPK Guru Diturunkan

    Sebab, di gelombang kedua para guru harus bersaing dengan pelamar lain dari jalur umum dengan jumlah formasi sisa yang semakin sedikit. Untuk itu pihaknya akan memaksa pemerintah untuk tetap memberikan kesempatan bagi guru honorer untuk ujian di gelombang pertama.

    "Bahwasannya para guru sejarah, dan guru honorer lainnya, guru mata pelajaran lainnya, yang memenuhi syarat, dia lolos verifikasi berkas, dia cetak kartu ujian, dia harus tetap ikut pada gelombang pertama," tegas Sumardiansyah.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id