Jadi Guru Kunjung, Susanti Tersesat di Hutan Hingga Dikejar Babi

    Arga sumantri - 07 April 2021 08:08 WIB
    Jadi Guru Kunjung, Susanti Tersesat di Hutan Hingga Dikejar Babi
    Mendikbud, Nadiem makarim saat dialog dengan calon Guru Penggerak di Kaltim. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri



    Balikpapan:  Menggebu, Susanti menceritakan pengalamannya saat menjadi guru kunjung selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi covid-19.  Cerita itu ia bagikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim saat berdialog dengan puluhan calon Guru Penggerak saat kunjungan kerjanya di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

    Guru sekolah swasta di Penajam Paser Utara, Kaltim ini mengatakan, tak mudah bagi guru di wilayahnya untuk menerapkan sistem guru kunjung.  Sistem guru kunjung kerap kali terpaksa ditempuh, saat PJJ daring sulit diterapkan pada siswa yang terkendala sinyal internet hingga gawai.






    "Kami berkeliling membawa papan tulis ke mana-mana, ke tengah hutan," kata Susanti saat berdialog dengan Nadiem di Balikpapan, Kaltim, Selasa, 6 April 2021.

    Ia mengatakan, salah satu rumah siswanya berada di tengah hutan dan kesulitan mengikuti PJJ. Jarak dari sekolah ke rumah siswa tersebut mencapai 18 kilometer.

    "Saya pernah nyasar di kebun karet dan sawit. Saya sempat berpikir, 'aduh nanti Saya bisa dikejar babi lagi ini'. karena saya pernah dikejar babi juga," tutur Susanti.

    Setiap melakukan guru kunjung, Susanti memastikan kepada orang tua siswa akan selalu datang satu hari dalam sepekan, baik itu dalam kondisi panas, atau hujan. Hal ini terpaksa dilakukan karena siswanya tak bisa belajar daring, lantaran di rumahnya tak terjangkau sinyal internet, pun siswa tersebut juga tak punya gawai.

    "Handphone juga tidak punya. Jadi Bapak Kepala Dinas bilang sesuaikan dengan kemampuan siswa itu dan sesuaikan dengan kondisi. Yang penting anak-anak bisa mendapatkan pendidikan," ujar Susanti.

    Baca juga:  Nadiem Kopi Darat dengan Calon Guru Penggerak di Kaltim

    Salah satu calon Guru Penggerak di Penajam Paser Utara itu mengaku bersyukur mendapat dukungan dari Pemda maupun kepala sekolah terkait model belajar guru kunjung. Kendati jauh, guru kunjung tetap dilakukan untuk memastikan siswa tetap mendapat pembelajaran.

    "Itulah perjuangan kami mencerdaskan anak-anak kami di Penajam Paser Utara. Kami guru honor, tapi tetap semangat," kata Ketua Ikatan Guru Honorer Penajam Paser Utara tersebut.

    Nadiem berdialog dengan 25 calon Guru Penggerak dari Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa, 6 April 2021. Nadiem meminta masukan hingga kritik terkait program Guru Penggerak sebagai implementasi Merdeka Belajar episode 5.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id