PGSI Desak Pendaftaran Seleksi Guru PPPK Diperpanjang

    Arga sumantri - 04 Januari 2021 21:03 WIB
    PGSI Desak Pendaftaran Seleksi Guru PPPK Diperpanjang
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah.
    Jakarta: Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta pemerintah memperpanjang masa pendaftaran seleksi guru untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tenggat pendaftaran peserta yang dibatasi sampai 31 Desember 2020 dinilai terlalu sempit.

    "PGSI meminta kepada pemerintah agar waktu pendaftaran dan pendataan guru-guru yang akan ikut serta dalam proses pengangkatan guru PPPK ASN diperpanjang sampai benar-benar setiap guru terakomodasi haknya," kata Ketua Umum PGSI Mohamad Fatah dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Januari 2021.

    Fatah mengatakan, perpanjangan waktu pendaftaran penting agar guru honorer tak kehilangan haknya. Sebab, menurut dia, selama ini ada ketidakjelasan informasi yang diterima guru, termasuk di pemerintahan daerah yang diberikan kewenangan untuk menyetorkan daftar nama guru-guru sebagai calon peserta pengangkatan guru PPPK. 

    "Di lapangan, banyak hal yang dirasakan belum jelas terkait dengan dengan kebijakan rekrutmen guru PPPK ASN, serta belum terakomodirnya hak-hak guru, khususnya untuk guru-guru sekolah swasta," ujarnya.

    Baca: Pemerintah Diminta Tidak Semena-mena, PPPK Tidak Cocok untuk Guru

    Salah satu informasi yang belum jelas, kata dia, yakni apakah semua status guru yang terdapat di sekolah swasta seperti guru tetap yayasan dan guru tidak tetap bisa ikut dalam seleksi PPPK. PGSI mendesak agar semua status guru di sekolah swasta tetap berhak atas pengangkatan guru PPPK tersebut. 

    "Dan Kemendikbud mempertegas hak tersebut dalam kebijakannya," ungkapnya.

    PGSI juga mendesak agar guru-guru sekolah swasta yang diterima sebagai PPPK tetap ditempatkan di sekolah asalnya. Alasannya, kata dia, pemerintah juga mempunyai kewajiban konstitusi yang setara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

    "Melindungi dan mensejahterakan sekolah-sekolah swasta melalui pengangkatan guru-guru sekolah swasta menjadi PPPK," ungkapnya. 

    Pemerintah menargetkan bisa merekrut satu juta guru honorer menjadi PPPK pada 2021. Target ini membutuhkan kerja sama pemerintah daerah untuk bisa mengajukan formasi guru PPPK.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id