Update Vaksinasi, Baru 284.689 Guru Terima Vaksin Dosis Kedua

    Ilham Pratama Putra - 08 April 2021 19:08 WIB
    <i>Update</i> Vaksinasi, Baru 284.689 Guru Terima Vaksin Dosis Kedua
    Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud Jumeri. Foto: Tangkapan Layar Zoom



    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan, hingga hari ini, Kamis, 8 April 2021, sebanyak satu juta guru dan tenaga kependidikan telah menerima vaksinasi covid-19. Kemendikbud menyatakan optimistis jika target vaksinasi kepada sekitar 5,5 juta guru dan tenaga kependidikan itu akan selesai pada bulan Juni 2021.

    "Saya percaya Juni vaksinasi guru akan selesai. Jadi itu keyakinan kami, kita bismillah target itu akan tercapai," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri, dalam webinar Bincang Pendidikan, Kamis 8 April 2021.






    Secara total, saat ini sudah ada 1.031.585 guru dan tenaga kependidikan mendapat vaksin. Namun lebih dari 70 persennya baru menerima dosis pertama.

    "Yang sudah dosis kesatu 746.896 ribu, yang sudah sampai dosis kedua 284.689," jelas dia.

    Baca juga:  PTM Gagal di 4 Negara, Kemendikbud Tetap Pede Buka Sekolah

    Dia berharap angka guru dan tenaga kependidikan yang divaksinasi terus meningkat setiap harinya. Meskipun dia sendiri menyadari bahwa proses vaksinasi ini akan memakan waktu yang tidak singkat.

    "Kita harapkan terus berjalan. Kita menyadari juga jumlah vaksinasi yang diterima ini secara bergelombang, ini memang tidak bisa serentak dengan speed tinggi karena berebarengan dengan penyediaan vaksin," ujarnya.

    Plt Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kartini Rustandi menuturkan, vaksinasi merupakan upaya untuk terbentuknya herd immunity. Kata dia, vaksinasi kepada guru dan tenaga kependidikan memang terus meningkat, tapi tidak cepat.

    "Kita mengupayakan, vaksin sendiri memang terbatas dan ada perebutan vaksin di dunia ini, memperhitungkan kembali prioritas termasuk guru dan tenaga kependidikan," tutup Kartini.

    Untuk mendukung program vaksinasi nasional, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.

    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id