Kemendikbud Diminta Tak Pura-Pura 'Tuli' Terkait Masalah Guru Honorer

    Citra Larasati - 12 Februari 2021 20:27 WIB
    Kemendikbud Diminta Tak Pura-Pura 'Tuli' Terkait Masalah Guru Honorer
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai kasus pemecatan guru honorer di Bone, Sulawesi Selatan, karena mengunggah gaji di media sosial, bak puncak gunung es permasalahan guru honorer. Hingga kini, belum ada jalan keluar konkrit dari kementerian terkait permasalahan para guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    "Mereka (guru honorer) seperti tidak punya perlindungan. Seharusnya ini menarik perhatian kementerian, kalau kayak gini, kementerian pura-pura enggak dengar saja," ucap Unifah kepada Medcom.id, Jumat, 12 Februari 2021.




    Menurut Unifah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu turun tangan, Kemendikbud tak boleh seperti menutup mata setiap ada permasalahan guru honorer.

    Baca: Guru Honorer Unggah Gaji di Medsos, PGRI: Seharusnya Tak Dipecat

    "Ke mana itu para pejabat kementerian kok diam saja kalau soal guru dianggapnya tidak seksi dan menarik," ungkapnya.

    Unifah mengatakan, masalah guru honorer kerap menyeruak. Namun, belum ada solusi konkrit dari kementerian. Ia menilai, Kemendikbud justru lebih mengglorifikasi 'Program Penggerak'.

    "Daripada dananya untuk organisasi penggerak, sekolah penggerak, lebih baik untuk urusi masalah ini. Memberikan kesejahteraan dan pelatihan, daripada membagi-bagi uang dengan model itu (program-program penggerak)," ujarnya.

    Baca: Gara-gara Unggah Gaji di Medsos, Guru Honorer di Bone Dipecat

    Seorang guru honorer di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Vina, 34, dipecat dari tempatnya bekerja. Vina dipecat lantaran mem-posting status di media sosial perihal gaji Rp700 ribu yang didapat selama mengajar empat bulan.

    Vina menuturkan, postingan yang ditulis di media sosial sebagai bentuk rasa syukur atas kebaikan dari pimpinannya karena telah diberikan honor sebanyak Rp700 ribu setelah mengajar beberapa bulan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 169 Sadar.

    "Saya posting sebagai bentuk syukur ku karena dikasih gaji. Saya cuman bilang terima kasih pak haji sudah dikasih dana BOS sebanyak Rp700 ribu selama empat bulan," katanya, Jumat, 12 Februari 2021.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id