90% Guru di Bengkulu Diklaim Sudah Jalani Vaksinasi

    Antara - 16 Juli 2021 14:10 WIB
    90% Guru di Bengkulu Diklaim Sudah Jalani Vaksinasi
    Ilustrasi vaksinasi guru. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.



    Bengkulu: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu menyebut sudah 90 persen guru di wilayahnya selesai menjalani vaksinasi covid-19. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat mengatakan capaian vaksinasi itu dilakukan guna mempercepat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

    "Untuk tenaga pengajar di Bengkulu sendiri sudah hampir 90 persen mendapatkan vaksinasi sehingga persiapan untuk pelaksanaan sekolah tatap muka meskipun jumlahnya terbatas bisa dilakukan," kata Eri di Bengkulu, Jumat, 16 Juli 2021.

     



    Eri mengatakan, dalam waktu dekat akan mengagendakan vaksinasi covid-19 serentak bagi seluruh pelajar tingkat SMA sederajat di daerah itu. Ini juga sebagai upaya meningkatkan cakupan vaksinasi dan mematangkan persiapan belajar tatap muka di sekolah.

    Eri menambahkan, vaksinasi serentak itu untuk mengejar target yang ditetapkan pemerintah pusat, yaitu vaksinasi bagi pelajar harus selesai hingga akhir Juli mendatang.

    Baca: Legislator Sebut PTM Terbatas Demi Cegah Kehilangan Generasi

    "Estimasi kebutuhan vaksinasi bagi pelajar SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu itu sekitar 30 ribuan siswa. Kami akan jadwalkan dalam waktu dekat untuk vaksinasi serentak," jelas Eri.

    Ia menyebut vaksinasi bagi seluruh pelajar SMA sederajat di Bengkulu itu molor dilakukan karena stok atau persediaan vaksin yang dimiliki pemerintah masih sangat terbatas.

    Sementara itu, data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu menyebutkan capaian vaksinasi Bengkulu untuk tenaga kesehatan tahap pertama dosis pertama sudah mencapai 93,1 persen dan dosis kedua mencapai 83,5 persen. Sedangkan, capaian vaksinasi untuk kelompok lanjut usia tahap kedua (lansia) tahap pertama baru mencapai 23,8 persen dan tahap kedua 8,32 persen.

    Kemudian, untuk kelompok petugas publik tahap kedua dosis pertama mencapai 67,7 persen dan dosis kedua 22 persen. Lalu, kelompok masyarakat umum tahap ketiga dosis pertama 5,6 persen dan dosis kedua 0,7 persen.

    Baca: Pelajar Curhat kepada Jokowi, Rindu Sekolah Tatap Muka

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id