comscore

Rektor UMI Basri Moding Siap Maju Ketua Aptisi Wilayah IX

Arga sumantri - 27 Januari 2022 17:37 WIB
Rektor UMI Basri Moding Siap Maju Ketua Aptisi Wilayah IX
Rektor UMI Basri Modding. Foto: Dok Humas UMI.
Jakarta: Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Profesor Basri Modding menyatakan siap maju menjadi Ketua Aptisi Wilayah IX pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IX-A Sulawesi. Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 30 Januari 2022 di Kota Makassar. 

Kesiapan ini disampaikan Basri setelah menerima kunjungan beberapa pimpinan PTS yang meminta kesediaan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini maju sebagai ketua Aptisi.
Selama memimpin UMI, Basri telah menorehkan berbagai prestasi. Teranyar, yaitu Basri berhasil membawa UMI meraih akreditasi unggul. Sekaligus, jadi perguruan tinggi  pertama di luar Jawa yang meraih akreditasi paling prestisius dalam standar akademik itu. 

UMI juga menjadi perguruan tinggi ke-11 yang meraih akreditasi unggul dari total 2.770 perguruan tinggi se-Indonesia. Selain itu, UMI juga mendapat penghargaan sebagai PTS berkinerja terbaik 2021 di lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLdikti) IX Sultan Batara. Ini jadi tahun kedua bagi UMI ditetapkan sebagai kampus berkinerja terbaik.

Dukungan menjadi ketua Aptisi mengalir kepada Profesor Basri Modding. Salah satunya, dari Rektor Terpilih Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Anas Boceng. Anas menilai Basri sosok demokratis dalam menjalankan kepemimpinannya. 

"Semua kebijakan strategis diambil lewat mekanisme musyawarah bersama seluruh pihak terkait. Ia selalu melibatkan pihak terkait untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan," ungkap Anas, Kamis, 27 Januari 2022.

Baca: Rektor: Literasi Digital Dosen dan Mahasiswa Meningkat Selama Pandemi

Selain itu, kata Anas, UMI merupakan PTS terbaik dan unggul di Luar Pulau Jawa, dan menjadi contoh bagi PTS lainnya. Khususnya, dalam lingkup Wilayah IX. Anas pun menilai Rektor UMI tersebut sosok tepat memimpin Aptisi Wilayah IX.

Humas UMI Nurjanah menjelaskan calon Ketua Aptisi Wilayah IX Sulawesi seyogyanya pimpinan PTS yang telah memiliki rekam jejak dalam mengelola perguruan tinggi dan memiliki kinerja yang baik. Selain itu, komunikatif dan amanah, demikian juga perguruan tingginya. 

"Saya kira UMI, kita tidak diragukan lagi, raihan prestasi akademik tertinggi Unggul di Luar Pulau jawa dan menjadi kebanggaan kita semua dalam lingkup Aptisi dan tentu menjadi spirit  kita untuk bersama maju ke depan," ungkap Nurjanah.
 
 

Ia mengatakan, Profesor Basri merupakan sosok sangat terbuka dalam menjalin kemitraan untuk memberikan dukungan kepada kampus yang selama ini menjalin kerja sama dengan UMI. Selain itu, torehan prestasi yang diraih UMI juga tidak lepas dari komitmen sang Rektor.

"Ini juga yang menjadi alasan beberapa Pimpinan PTS meminta beliau untuk maju sebagai Ketua," ujar Nurjanah.

Ia menambahkan, Basri memiliki pengalaman dalam memimpin UMI sebagai PTS terbaik di Luar Pulau Jawa. Basri juga memiliki berbagai syarat untuk memimpin pengembangan organisasi APTISI ke depan.

"Meskipun di awal beliau menolak karena berbagai jabatan dalam organisasi telah diembannya. Seperti Wakil Ketua APTISI Pusat, Wakil Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta se Indonesia, Pengurus API  dan sebagainya," jelas Nurjanah.

Ia menyebut banyaknya dukungan membuat Basri mantap ikut maju dalam pencalonan Ketua Aptisi pada Muswil nanti. "Beliau dengan ucapan bismilah, siap maju untuk mengantar organisasi Aptisi lebih maju dan berkembang dengan kekuatan kolaboratif dan sinergitas," ungkapnya.

Baca: UMI Makassar Dorong Digitalisasi untuk Dongkrak Kualitas Pendidikan

Ia meyakini Basri mampu mengemban jabatan Ketua Aptisi Wilayah IX. Ia juga meyakini Basri mampu mengelola Aptisi dengan perspektif kolektif. Sebab, menurut dia, kunci untuk terus maju adalah kolaborasi. "Hal ini menjadi kunci dalam mengembangkan Aptisi ke depan," ujarnya.

Sementara, Basri menyampaikan bahwa PTS saat ini menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai PTS unggul. Antara lain, layanan pembelajaran berbasis digital, menyiapkan SDM unggul, professional dan berkarakter  serta menjadi PTS unggul.

Pada era globalisasi saat ini, kata dia, kemajuan teknologi informasi dan digital menjadi salah satu upaya transformasi perguruan tinggi dalam   meningkatkan lulusan generasi abad 21 menjadi SDM unggul dan siap berkompetisi dengan era global.  

"Jika terpilih menjadi Ketua APTISI Wilayah IX, iuran wajib anggota akan dihapus," tegas Basri.

(AGA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id