5 Mahasiswa UKDW Jadi Delegasi Asia Youth International Model United Nations 2021

    Arga sumantri - 12 Oktober 2021 14:28 WIB
    5 Mahasiswa UKDW Jadi Delegasi Asia Youth International Model United Nations 2021
    Mahasiswa UKDW jadi delegasi AYIMUN 2021. Foto: Humas UKDW.



    Yogyakarta: Lima mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menjadi delegasi Indonesia di Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2021. Mereka yakni Sherina Margaretha dari Program Studi Arsitektur serta Tia Shinatalis I.S Naibaho, Agnestasya Niken Agaistha, Kurnianto Surya Putra, dan Angelique Nitzakaya Hadimulyo dari Program Studi Manajemen.

    Kelima mahasiswa ini akan mengikuti rangkaian acara AYIMUN pada 12-14 November 2021 yang digelar secara daring. Mereka bakal memperebutkan enam kategori awards yakni best delegate, honourable mentions, verbal commendation, most outstanding delegate, best position paper, dan best of the best delegates.

     



    Dosen pembimbing kelima mahasiswa ini, Cheryl Marlitta Stefia, menyampaikan proses seleksi di tingkat nasional dimulai dengan penulisan esai terkait motivasi dan perspektif terhadap isu-isu global yang terjadi. Jika paper yang dikirimkan disetujui, kemudian diberikan kesempatan untuk mengikuti simulasi sidang PBB. 

    "Mahasiswa dapat belajar menjadi seorang diplomat dengan mengutarakan aspirasi-aspirasi dari negara terkait seperti isu yang sudah ditetapkan, serta harus bisa menyakinkan reviewer bahwa mereka memang layak untuk dapat mewakili Indonesia," kata Cheryl melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Baca: Beasiswa OSC Medcom.id Tawarkan 40 Prodi Pilihan di Telkom University

    Cheryl menuturkan kelima mahasiswa UKDW ini lolos di tingkat nasional dan melaju ke jenjang internasional. Dalam ajang simulasi sidang PBB tersebut, Agnestasya, Surya, dan Tia akan menjadi dewan IMF. Sementara Sherina dan Angelique akan menjadi dewan UNICEF.

    Selanjutnya bagi mahasiswa Prodi Manajemen yang menyelesaikan program ini maka bisa mendapatkan konversi ke dalam mata kuliah bisnis digital, sesuai dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Cheryl juga membagikan pengalamannya saat mengikuti AYIMUN di Kuala Lumpur Malaysia pada 2019.

    Lewat program ini, ia mengaku dapat menambah relasi pertemanan, perspektif baru, serta pengalaman baru dalam memberikan pengarahan untuk dapat mengulas benefit yang didapatkan. Ia mengaku bersyukur, kelima mahasiswa dibimbingnya berhasil lolos. 

    "Mereka dapat terpilih dengan melakukan honest review tetapi tetap menjual. Adanya program ini memberikan keuntungan seperti melakukan negosiasi akan lebih terarah sekaligus menjadi pengalaman yang tidak terlupakan," tuturnya.

    AYIMUN merupakan model kompetisi diplomasi internasional berupa simulasi sidang yang dikembangkan oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). AYIMUN diresmikan oleh International Global Network sebagai wadah bagi pemuda-pemudi di seluruh Indonesia untuk mengembangkan diri dalam hal mentalitas, kepimpinan, negosiasi, dan diplomasi. 

    Dalam program ini, tercatat sekitar 372.200 mahasiswa dari seluruh dunia mendaftarkan diri. Pendaftar berasal dari berbagai negara seperti benua Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa. 

    Mengusung tema 'The Rise of Digital Money and Fintech', setiap diplomat yang menjadi wakil bagi negaranya dituntut untuk menguasai keterampilan berbicara di depan umum, berdebat, diplomatis, bertukar pikiran sampai dengan berkolaborasi.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id