UKDW Gelorakan Gerakan Restorasi Bumi

    Arga sumantri - 29 April 2021 11:28 WIB
    UKDW Gelorakan Gerakan Restorasi Bumi
    Webinar nasional UKDW untuk memperingati hari bumi. Kegiatan mengusung tema 'Restore Our Earth'. Dok Humas UKDW.



    Yogyakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teologi dan BEM Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menggelar webinar nasional untuk memperingati hari bumi. Kegiatan mengusung tema 'Restore Our Earth', Sabtu 24 April 2021. 

    Keynote speaker pada acara tersebut adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen KSDAE KLHK) Wiratno. Ia menyampaikan materi tentang 'Tantangan dan Prospek Restorasi Bumi di Indonesia'.






    Selanjutnya, disampaikan sharing best practices Komunitas Peduli Restorasi Bumi oleh Sustainable Development Manager PT. Tirta Investama Klaten Rama Zakaria dan Deputi II Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Erasmus Cahyadi. Sementara itu Kajian Restorasi Bumi dan Perspektif Teologi dan Bioteknologi disampaikan Dekan Fakultas Teologi UKDW Robert Setio, dan Dekan Fakultas Bioteknologi UKDW Kisworo.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama (WD III) Fakultas Teologi UKDW Wahyu Nugroho menyampaikan webinar bertujuan memberikan pengetahuan tentang pentingnya ambil bagian dalam upaya restorasi bumi dalam konteks Indonesia. Selain itu, memberikan landasan ilmiah tentang restorasi bumi dari perspektif teologi dan bioteknologi, dan mendapatkan contoh best practices dari komunitas-komunitas yang secara aktif melakukan upaya restorasi bumi. 

    "Dengan adanya webinar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan tumbuhnya tanggung jawab kolektif untuk berkontribusi pada upaya pemulihan bumi," tutur Wahyu melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.

    Baca: Telkom University Tawarkan Beasiswa Keagamaan, Simak Informasinya

    Rektor UKDW Henry Feriadi mengungkapkan, isu tentang lingkungan sudah mencapai dimensi yang berbeda. Melalui webinar tersebut, seluruh pihak diajak merenungkan bagaimana sebagai manusia bisa hidup berdampingan dengan ciptaan lainnya, karena kajian tidak hanya dilakukan dari sisi lingkungan tetapi juga dari perspektif teologi. 

    "Alam tempat kita tinggal sudah memiliki kecenderungan untuk berubah akibat global warming. Bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu seperti badai siklon tropis seroja di NTT, banjir bandang, dan tanah longsor hendaknya membuat kita berefleksi, bagaimana sesungguhnya kita memperlakukan bumi,” kata Henry.

    Dirjen KSDAE KLHK Wiratno menuturkan bahwa yang menciptakan krisis lingkungan adalah manusia. Untuk mengembalikan fungsi ekosistem lingkungan, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Perlu upaya dari semua pihak untuk mendorong kesadaran masyarakat terkait perusakan alam dengan memberikan contoh secara nyata. 

    "Hal ini merupakan tugas dari semua elemen baik itu melalui pendidikan maupun ajaran agama," ujar Wiratno.

    Sementara itu, Deputi II Sekjen AMAN Erasmus Cahyadi menyebut hutan di daerah pedalaman khususnya wilayah masyarakat adat, banyak yang beralih fungsi sebagai lahan pertambangan dan perkebunan sawit. Masyarakat adat berada dalam situasi terjepit. 

    Ia mengatakan, mereka berinisiatif melakukan restorasi bumi dengan melakukan penanaman pohon. Namun, di beberapa lokasi upaya ini dicegat karena dianggap merebut wilayah tersebut dari penguasaan negara. 

    "Upaya restorasi dari masyarakat adat sebetulnya masih terus berlanjut, tapi dalam skala yang sangat kecil. Oleh karena itu butuh dukungan dari banyak pihak, serta dialog dengan pihak industri. Pemerintah menjadi kunci bagaimana mengaktivasi kearifan tradisional itu sebagai upaya merestorasi ekosistem kita," jelasnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id