comscore

Mahasiswa UKDW Ciptakan Drone Air untuk Selamatkan Terumbu Karang dari Kapal Perusak

Renatha Swasty - 03 Juni 2022 09:55 WIB
Mahasiswa UKDW Ciptakan Drone Air untuk Selamatkan Terumbu Karang dari Kapal Perusak
Coreef Underwater Drone bikinan anak UKDW. DOK UKDW
Jakarta: Kerusakan karang akibat penggunaan bahan peledak maupun beracun masih menjadi masalah. Salah satu terumbu karang yang banyak mengalami kerusakan di Spermonde, Pulau Kodingaren Keke, Sulawesi Selatan. 

Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Hasanuddin mencatat tutupan karang hidup di beberapa Pulau Spermonde tercatat 30-40 persen dalam kondisi buruk hingga sedang. Upaya perbaikan ekosistem terumbu karang di Pulau Kodingareng Keke belum menjamin terumbu karang bisa langsung membaik. 
Berangkat dari permasalahan tersebut, empat mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta merancang sebuah alat bernama Coreef Underwater Drone yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Alat ini dirancang untuk mendeteksi kapal asing, bom dengan gelombang radio, dan memantau terumbu karang

Selanjutnya, data hasil pemantauan akan dikirimkan ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar untuk ditindaklanjuti. Tim yang terdiri atas Naftalia Keisya Griselda Runtuwene, Angelina Duha, Belinda Mutiara Laurieta Senduk, dan Josephine Vania Soerjanto merancang alat tersebut untuk meminimalisir kerusakan pada terumbu karang. 

Ketua tim Naftalia Keisya menjelaskan Coreef Underwater Drone memiliki dua fitur utama. Fitur pertama adalah mendeteksi kapal asing dan bom dengan gelombang radio. 

“Jika Coreef Underwater Drone mendeteksi adanya kapal asing atau bom, maka drone akan memberikan sinyal dan titik lokasinya ke BPSPL Makassar sehingga BPSPL Makassar dapat memberikan peringatan pada kapal maupun menindaklanjutinya,” papar Naftalia dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juni 2022. 

Fitur kedua, memantau terumbu karang menggunakan kamera drone yang dilengkapi fitur AI. Fitur ini digunakan untuk mendata, memantau, maupun mendeteksi kondisi terumbu karang. 

Selanjutnya, data hasil tangkapan atau rekaman tersebut akan dikirimkan ke BPSPL Makassar. Drone akan memberi sinyal dan titik lokasi ke BPSPL Makassar bila terdeteksi ada kerusakan pada terumbu karang.

"Sehingga bisa segera ditindaklanjuti dan dilakukan perawatan di lokasi,” papar dia. 

Inovasi keempat mahasiswa SI UKDW ini berhasil mendapatkan pendanaan lewat Program Kreativitas Mahasiswa Skema Video Gagasan Futuristik (PKM-VGK) Tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Keberhasilan tim ini tidak lepas dari bimbingan dosen Sistem Informasi sekaligus Kepala Program Studi Sistem Informasi UKDW Jong Jek Siang. 

Jong Jek Siang mengatakan kompetisi nasional PKM tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini hanya sekitar 4 persen proposal yang lolos didanai oleh Belmawa dari 37.000 proposal yang diusulkan. 

"Dari 10 skema yang ditawarkan, hanya 63 proposal dari skema VGK yang lolos. Berikutnya, mahasiswa ini akan membuat video yang menjelaskan ide detail dari gagasan tersebut,” beber dia. 

Baca: Mahasiswa Fakultas Teologi UKDW Juara Lomba Essay World Metrology Day



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id