comscore

Budidaya Jamur di Papua, Mahasiswa dan Alumni UKDW Juara Nature Based Solution Challenge

Renatha Swasty - 25 Mei 2022 18:20 WIB
Budidaya Jamur di Papua, Mahasiswa dan Alumni UKDW Juara Nature Based Solution Challenge
Mahasiswa dan alumnus UKDW menjadi salah satu pemenang Nature Based Solution Challenge. DOK UKDW
Jakarta: Mahasiswa dan alumnus Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menjadi salah satu pemenang di Nature Based Solution Challenge yang diselenggarakan Wageningen University Research, Belanda. Keduanya yakni mahasiswa Fakultas Bioteknologi Ester Nurhana Kusumawati dan alumnus Fakultas Bioteknologi Jeffern Cornelis Liklikwatil.

Mereka tergabung dalam tim BovenDigoel Organic Mushroom (B.O.M). Kompetisi ini menantang peserta untuk mengerjakan suatu proyek sebagai upaya memulihkan ekosistem alami akibat perubahan iklim dan merestorasi keanekaragaman hayati dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk setempat.
Ester mengungkapkan tim mempresentasikan budidaya jamur tiram di Boven Digoel, Papua. “Pembukaan lahan untuk usaha pertanian merupakan salah satu penyebab deforestasi di Indonesia," kata Ester dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Mei 2022. 

Ester menuturkan laju deforestbasi khususnya di Papua sangat tinggi dan memengaruhi kondisi iklim Indonesia dan dunia. Ester dan Jeffern ingin masyarakat setempat dapat hidup berdampingan dengan alam tanpa merusak.

"Secara khusus kami ingin membuat budidaya jamur di Boven Digoel, Papua, di mana jamur dapat tumbuh secara produktif di bawah perlindungan kanopi pohon. Jadi, kita bisa menyelamatkan hutan,” papar Ester. 

Ester menyebut produksi jamur tiram di Papua hampir tidak ada. Oleh karena itu, lewat proyek ini diharapkan dapat memberikan jaminan ketahanan pangan berkelanjutan dengan produksi jamur yang berkelanjutan. 

“Di Boven Digoel, kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Perekonomian masyarakat bisa meningkat sehingga tidak perlu merusak hutan," ujar Ester. 

Dia mengatakan masyarakat bisa mengganti konsumsi daging hewan liar dengan jamur. Serta mengurangi konsumsi daging dari perburuan untuk menyelamatkan rantai makanan dan keanekaragaman hayati. 

Dalam proses penyusunan program, Ester dan Jeffern berkonsultasi dengan Albertus Riyanto Martoyo, alumnus Fakultas Bioteknologi angkatan 2015, pemuda lokal yang menggerakan usaha budidaya jamur di Papua. Selama seleksi, tim memperoleh bimbingan kebahasaan dari Ignatius Tri Endarto, yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Inggris di UKDW.

Ester dan Jeffern adalah salah satu tim dari 8 pemenang yang mendapatkan 2.500 Euro untuk menjalankan proyek. Adapun 8 tim pemenang berasal dari Indonesia, Belanda, Sri Lanka, Brazil, Nepal, Uganda, dan DR Congo. 

“Selanjutnya kami akan menjalankan project Nature Based Solutions di negara masing-masing sampai bulan September. Kemudian best team dalam project tersebut akan terlibat dalam the 2022 United Nations Climate Change Conference atau COP27 di Sharm el-Sheikh, Mesir,” beber dia. 

Baca: Dorong Perempuan Poso Jadi Agen Perubahan, Alumnus Teologi UKDW Raih Four Freedom Awards 2022
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id