comscore

Itenas Gelar Seminar Hari Ibu, Istri Ridwan Kamil Hingga Menteri PPPA Jadi Narasumber

Citra Larasati - 21 Desember 2021 18:29 WIB
Itenas Gelar Seminar Hari Ibu, Istri Ridwan Kamil Hingga Menteri PPPA Jadi Narasumber
Seminar Hybrid Itenas dalam rangka Hari Ibu ke-93. Foto: Dok. Itenas
Jakarta:  Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung bersama dengan Pergubi (Persatuan Guru Besar Indonesia) Jawa Barat menggelar Seminar bauran dan Pameran UMKM Nasabah Mekaar PT. PNM (Permodalan Nasional Madani).   Seminar ini digelar oleh kampus mitra Beasiswa OSC ini dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-93.

Acara ini juga merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Dies Natalis ke-50 Itenas Bandung. Selain mengundang pimpinan perguruan tinggi, anggota Pergubi, instansi pemerintah dan swasta secara luring di GSG Itenas, seminar ini juga diikuti secara daring oleh masyarakat umum.

 



Kegiatan seminar hybrid dengan tema Perjuangan Perempuan di Era Tatanan Kehidupan Baru ini menghadirkan pembicara keynote Bintang Puspayoga (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Atalia Praratya (Ketua TP PKK Jawa Barat), dan Yuliati (Founder dan Komisaris Utama PT. Alita Praya Mitra, Alita Group) yang juga merupakan alumni Itenas Bandung.
 
Rektor Itenas, Meilinda Nurbanasari dalam sambutannya menyampaikan peran perempuan masa kini bukan sebatas sebagai ibu, atau istri pelayan suami. Banyak perempuan menjalankan peran ganda, mengaktualisasi diri namun tetap menjalankan peran sebagai ibu.

"Esensi peringatan Hari Ibu di Itenas ini adalah untuk memberikan kesadaran bagi perempuan khususnya ibu, bahwa sosok ibu memiliki peran penting dan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai ibu, orang tua, pekerja dan tentunya istri,” tutur Meilinda, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Desember 2021.

Secara daring, Bintang Puspayoga memaparkan materi tentang "Peran Perempuan dalam Pendidikan Menuju generasi Emas 2025”.  Bintang menegaskan kembali bahwa Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember 2021 bukanlah peringatan Mother’s Day, melainkan hari untuk memperingati Kongres Perempuan Indonesia Pertama di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.

Bintang menambahkan, bahwa perempuan merupakan ibu bangsa, yang turut melahirkan, merawat, dan mendidik bangsa melalui generasi yang dilahirkannya maupun peran aktifnya dalam pergerakan nasional dan pembangunan. "Maka perempuan harus terdidik, berdaya dan setara kedudukannya. Perempuan perlu memperluas cakrawalanya, berkarya dalam berbagai bidang untuk memberikan banyak manfaat bagi keluarga juga masyarakat luas," ujar Bintang.

Bintang mengajak untuk menyatukan kekuatan mulai dari pemerintah pusat hingga desa, akademisi dan professional, dunia usaha, media maupun masyarakat luas untuk menciptakan kesetaraan gender demi terciptanya Generasi Emas 2024.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya membawakan paparan yang berjudul “Perempuan bekerja: Stunting dan Dampaknya pada Pendidikan.” Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, 29 persen balita yang mengalami stunting berasal dari keluarga sejahtera dan 33 persen dari perkotaan.

Baca juga:  UK Maranatha Raih Dana Hibah untuk Kembangkan Desa Berwawasan Ekologi

Ini berarti bahwa stunting tidak berkaitan dengan masalah kemiskinan, akan tetapi berkaitan dengan perilaku. Untuk itu diperlukan edukasi terhadap perempuan-perempuan bekerja yang tidak punya banyak waktu untuk mendapatkan ataupun mencari informasi mengenai kesehatan bagi dirinya sendiri dan bayinya.

"Pola asuh, pola makan, dan sanitasi yang baik dapat mencegah stunting," tegas Atalia.


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id