comscore

BIN DIY Gandeng UKDW Selenggarakan Vaksinasi Booster

Medcom - 27 Januari 2022 16:24 WIB
BIN DIY Gandeng UKDW Selenggarakan Vaksinasi Booster
Penyelenggaraan vaksinasi booster di UKDW yang digelar BINDA Yogyakarta. Foto: Humas UKDW.
Yogyakarta: Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggandeng Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dalam penyelenggaraan vaksinasi penguat (booster). Program ini juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Yogyakarta.

Koordinator Vaksinasi Wilayah Kota Binda DIY AKBP Sugiyono menjelaskan BIN sebagai kepanjangan tangan dari Presiden membantu program pemerintah untuk percepatan vaksinasi covid-19. Percepatan vaksinasi baik itu dosis pertama, dosis kedua, maupun dosis ketiga terus dilakukan unutk mencegah penularan Covid-19 secara masif. 
"Untuk vaksinasi booster ini diutamakan bagi kelompok manula, akademisi, guru, dan ASN yang sering bertatap muka serta memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun secara berjenjang akan kita kawal vaksinasi ini untuk seluruh rakyat Indonesia," terang Sugiyono mengutip siaran pers UKDW, Kamis, 27 Januari 2022.

Sugiyono menambahkan suntikan vaksin ketiga ini menggunakan jenis vaksin Pfizer sebagai vaksin heterolog dengan target sasaran 750 orang yang sebelumnya telah menerima vaksinasi primer lengkap dengan jenis vaksin sinovac dan astrazeneca. Adapun tenaga kesehatan yang ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi ini berasal dari Poltekkes Yogyakarta dan Fakultas Kedokteran UKDW Yogyakarta.

"Harapannya dengan vaksinasi booster ini, kita bisa memiliki kekebalan terhadap covid-19 dan diharapkan tidak ada penularan gelombang ketiga, maupun varian baru omicron tidak terjadi di Yogyakarta. Sehingga akademisi bisa segera melaksanakan perkuliahan tatap muka dengan aman," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Gugus Tugas Covid-19 UKDW Maria Silvia Merry menyampaikan penerima vaksin booster ini harus memastikan vaksinasi dosis pertama dan kedua dilakukan enam bulan yang lalu. Serta, tidak ada alergi berat vaksin sebelumnya.

Baca: UKDW Perkuat Kerja Sama dengan IAIS

Jika terdapat komorbit pastikan kondisinya terkontrol atau mendapat persetujuan dari dokter yang merawat. Kemudian sudah makan dan tidur yang cukup sebelum dilakukan vaksinasi. Efek samping yang umum muncul setelah vaksinasi adalah pegal di area suntik, biasanya terasa 24 jam setelah vaksin. Ada juga beberapa yang merasakan demam ringan dan badan lemas.

"Setelah menerima vaksin, diharapkan menunggu minimal 15 menit di tempat observasi dan segera laporkan kepada petugas jika ada keluhan," ungkapnya.

Peserta vaksinasi booster juga dianjurkan tidak beraktivitas berat atau berolah raga setidaknya tiga hari ke depan supaya vaksin bisa berfungsi optimal dalam meningkatkan respons imun tubuh. Jika sesampainya di rumah muncul gejala ringan pastikan untuk beristirahat, makan dan minum yang cukup, usahakan tidak konsumsi obat anti nyeri atau obat radang lainnya. 

"Namun, jika keluhan memberat harap segera mendatangi layanan kesehatan terdeka untuk ditangani. Walaupun telah mendapatkan vaksinasi booster, diharapkan untuk tertib protokol kesehatan," jelasnya.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id