comscore

Peringati Sumpah Pemuda, UKDW Gelar Seminar Nasional

Arga sumantri - 02 November 2021 11:48 WIB
Peringati Sumpah Pemuda, UKDW Gelar Seminar Nasional
Seminar nasional UKDW. Foto: Humas UKDW.
Yogyakarta: Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menggelar seminar nasional peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Dies Natalis ke-59 Duta Wacana, Kamis, 28 Oktober 2021. Kegiatan ini bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Komunitas Bela Indonesia (KBI).

Acara bertajuk 'Dari Yogyakarta Songsong Demokrasi Indonesia 2024' ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Seminar Didaktos UKDW dan dapat disaksikan secara langsung melalui Zoom Meeting serta Kanal Youtube UKDW Yogyakarta.
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Rektor UKDW Henry Feriadi Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DIY Brigjen Pol Andry Wibowo, dan Koordinator KBI Yogyakarta KH. Benny Susanto. Sementara itu, Ketua KPU Ilham Saputra menyampaikan keynote speech virtual. 

Rektor UKDW, Henry Feriadi memaparkan materi tentang Kampus Kebinekaan Demokrasi Indonesia. Ia mengatakan, kampus merupakan rumah kebinekaan yang demokratis karena seseorang mulai terbiasa berpikir logis dari kultur akademik yang dibangun di bangku perkuliahan.

Ia mengatakan, mahasiswa akan menemukan benih kebhinekaan di dalam kampus, karena berinteraksi satu sama lain dengan latar belakang suku, ras, agama, dan kebudayaan yang beragam. Mahasiswa perlu dibekali dengan kualitas karakter tentang bagaimana beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. 

"Literasi dasar atau life skills tentang bagaimana menerapkan keterampilan dasar sehari-hari, dan kompetensi tentang bagaimana memecahkan masalah kompleks,” tutur Henry dalam keterangannya, Selasa, 2 November 2021.

Baca: FAD UKDW Adakan Pameran Hasil Karya PKKM Desain Produk

Sementara itu, Kabinda DIY Brigjen Pol Andry Wibowo menyampaikan, demokrasi dalam bentuk pemilu adalah jembatan memajukan negara. Andry melihat demokrasi sebagai sistem universal yang lahir sejak dahulu. 

Para pemikir, kata dia, merumuskan demokrasi untuk menjembati masalah-masalah relasi antara penguasa dengan rakyat. Namun, jika dilihat dari kacamata ahli filsuf barat terkemuka Socrates, perlu adanya ruang kritis demokrasi dengan cara membiasakan masyarakat maupun calon pemimpin untuk sama-sama melek intelektual. 

"Butuh suatu skill yang kompeten agar masyarakat bisa memilih mana calon pemimpin baik itu level terendah hingga tertinggi, yang amanah serta mampu menyelesaikan persoalan publik," ungkap Andry.

Selanjutnya, Benny Susanto mengatakan secara filosofis, partisipasi, pemantauan, pengawasan partisipatif menjadi keniscayaan sistem demokrasi. Tanpa partisipasi, jika hanya dilakukan oleh KPU, Bawaslu akan membuka ancaman bagi demokrasi. 
"Kepercayaan kita terhadap demokrasi Pancasila harus kita jaga dan kita rawat," kata Benny.

Ketua KPU Ilham Saputra menyampaikan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada serentak pada 2024. Persiapan penyelenggaraan pemilu telah berlangsung, sampai ditetapkan waktu penyelenggaraan. KPU sedang melakukan integrasi terhadap semua sistem informasi yang ada. 

"Kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu merupakan hal penting bagi suksesnya penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada," ujar Ilham.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id