KPU Coret 101 WNA dari DPT

    Faisal Abdalla - 07 Maret 2019 06:00 WIB
    KPU Coret 101 WNA dari DPT
    Contoh KTP-el yang bisa dimiliki warga negara asing. Masa berlaku disesuaikan dengan masa izin tinggal di Indonesia. (Foto: MI/Susanto)
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menindaklanjuti laporan 103 warga negara asing (WNA) pemegang kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) terdaftar pemilih. KPU memastikan sudah mencoret WNA tersebut dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. 

    "Ini sudah kita tindaklanjuti dengan melakukan pencoretan, jadi dia dikeluarkan DPT kita," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019. 

    Arief mengatakan, semula data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut ada 103 WNA terdaftar dalam DPT. Namun setelah diverifikasi oleh KPU, hanya ada 101 WNA yang terdaftar di DPT karena ada nama ganda. 

    "Dari 17 provinsi yang ada WNA, sudah 12 provinsi telah ditindaklanjuti. Tinggal lima provinsi lagi, mungkin sore ini tinggal Papua saja, satu provinsi lagi untuk dikeluarkan dari DPT," ujar Arief. 

    Baca: Bawaslu Duga WNA Terdaftar Pemilih Saat Proses Coklit

    Jumlah WNA terdaftar di DPT berdasarkan provinsi rinciannya yaitu; Aceh 2 WNA, Bali 34 WNA, Banten 5 WNA, DIY 3 WNA, Jambi 1 WNA, Jawa Barat 10 WNA, Jawa Tengah 12 WNA, Jawa Timur, 16 WNA, Bangka Belitung 1 WNA, Lampung 1 WNA, NTB 7 WNA, NTT 1 WNA, Sulawesi Selatan 1 WNA, Sulawesi Utara 1 WNA, Sumatera Barat 3 WNA, Sumatera Utara 1 WNA, Papua 1 WNA. 

    Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendgari, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pihaknya menemukan 103 WNA pemilik KTP-el terdata dalam DPT. Zudan mengaku, menemukan data itu setelah melakukan pengecekan terhadap 1.600 WNA pemegang KTP-el. Zudan mengaku sudah menyerhakan data tersebut ke KPU untuk ditindkalanjuti. 

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menduga, ratusan WNA pemegang KTP-el terdaftar pemilih karena kesalahan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit). Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta serius menangani persoalan ini.  

    "Sekarang kemungkinan dari Coklit atau saat proses update pendaftaran pemilih," kata Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja di Gedung KPU. 

    Baca: KPU Telusuri 103 WNA Terdaftar Sebagai Pemilih

    Bagja mengatakan berdasarkan pengakuan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), data WNA itu tak berasal dari daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). Oleh karena itu, Bagja menduga data WNA terdaftar sebagai pemilih saat proses coklit. 

    Bagja juga menduga kemungkinan ada kesalahan petugas pemutakhiran data pemilih yang menyebabkan persoalan ini. Pasalnya KTP-el milik WNA dan KTP-el WNI secara fisik hampir sama. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id