Demokrat: 'Setan Gundul' Tak Merujuk Identitas Tertentu

    M Sholahadhin Azhar - 08 Mei 2019 16:32 WIB
    Demokrat: 'Setan Gundul' Tak Merujuk Identitas Tertentu
    Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. MI/Susanto.
    Jakarta: Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyebut idiom 'setan gundul' yang dinyatakan Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief merupakan ungkapan. Hal tersebut tak dimaksudkan menunjuk hidung seseorang.

    "Itu enggak ada, tidak menunjuk pihak tertentu. Ada setan gundul yang memasok data informasi dan itu menyesatkan," kata Jansen saat dihubungi, Rabu, 8 Mei 2019.

    Baca: Jansen: Demokrat Bisa Jadi Oposisi Prabowo

    Menurutnya, idiom tersebut merupakan kritik konstruktif dari Demokrat. Sebagai rekan koalisi, Partai Demokrat memang terkenal kritis pada Prabowo-Sandi. 

    Jansen mempersilakan awak media bertanya mengenai setan gundul pada Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno. Sebab mereka yang jelas paham atas setan yang dimaksud, yakni pemberi data sesat kemenangan 62 persen.

    "Soal identitas itu ya kita tanyakan ke Pak Prabowo ada enggak yang memberi masukan soal data," kata dia.

    Menurut Jansen, lebih baik mempermasalahkan data yang diberikan kepada Prabowo-Sandiaga ketimbang membahas identitas setan gundul. Karena, data yang diberikan kepada paslon capres dan cawapres nomor urut 02 itu tak logis.

    Jansen membandingkan kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono yang memperoleh suara 60 persen di Pilpres 2009. Saat itu, SBY menang di seluruh provinsi di Pulau Jawa.

    Baca: Terkuburnya Tagar Sampai Kicauan Setan Gundul

    Prabowo, kata Jansen, hanya memenangi sebagian kecil wilayah di Jawa. Sehingga tak relevan dengan kemenangannya di persentase 62 persen.

    "(Setan gundul) itu yang memberi masukan (salah). Karena tak mungkin menang 62 persen," kata dia.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id