MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Pemilu Serentak Dinilai Tak Efektif

    Cindy - 21 April 2019 16:31 WIB
    Pemilu Serentak Dinilai Tak Efektif
    Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. Foto: Medcom.id/Cindy.
    Jakarta: Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dilaksanakan secara serentak. Namun, pelaksanaan pesta demokrasi dengan model ini dianggap tidak efektif. 

    "Saya kira yang harus dilakukan adalah membuat evaluasi yang mendalam, komprehensif, dan juga utuh terkait dengan seluruh aspek penyelenggaraan pemilu serentak," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 21 April 2019. 
    Menurut dia, pemilihan presiden, anggota DPR, DPRD, dan DPD secara serentak ini tak melalui putusan undang-undang. Landasan hukum yang digunakan hanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2014 melalui uji materi oleh pengamat politik Effendi Ghazali. 

    Titi beserta para aktivis, peneliti, dan pengamat politik yang tergabung di Koalisi Masyarakat Sipil tak merekomendasikan itu. Pemilu serentak seharusnya dibagi menjadi dua, yakni pemilu serentak nasional dan daerah. 

    "Pemilu serentak nasional yang pemilihan presiden, DPR, dan DPD. Serta pemilu serentak untuk daerah DPRD provinsi, kabupaten/kota, dan kepala daerah provinsi, dan kepala kabupaten/kota," tutur Titi.

    Dia menilai beban penyelenggara dan petugas di tempat pemungutan suara (TPS) bertambah dengan model pemilu serentak ini. Kendati, dia mengakui Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mencoba mendistribusikan beban kerja. 

    "KPU telah melakukan sejumlah langkah untuk mendistribusi beban kerja. Tetap saja penyelenggaraan, pemungutan, dan penghitungan suara jadi beban yang amat berat bagi petugas dilakukan," terang Titi. 

    Tak hanya itu, pihaknya mendesak KPU untuk melaksanakan rekapitulasi suara secara elektronik. Hal ini untuk meminimalisasi beban kerja petugas di TPS. 

    "Sehingga tidak terlalu banyak beban untuk menulis dan membuat begitu banyak dokumen ketika di TPS," ucap dia.

    Baca: Prabowo Akan Bertemu Dahlan Iskan

    Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.

    Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.

    Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.

    Ketua KPU Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id