Cek Fakta: Tiongkok Belum Bisa Entaskan Kemiskinan

    Damar Iradat - 13 April 2019 23:17 WIB
    Cek Fakta: Tiongkok Belum Bisa Entaskan Kemiskinan
    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - ANT/Rivan Awal Lingga.
    Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut, seharusnya Indonesia bisa belajar dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam program pengentasan kemiskinan. Pasalnya, menurut dia, RRT telah berhasil menghilangkan kemiskinan negaranya hanya dalam waktu 40 tahun. 

    "Republik Rakyat Tiongkok yang dalam 40 tahun bisa menghilangkan kemiskinan di negaranya," kata Prabowo dalam debat kelima capres-cawapres di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019.

    Angka kemiskinan di Tiongkok memang turun drastis sejak reformasi 40 tahun lalu. Namun begitu, faktanya, sampai saat ini masih ada 30 juta rakyat miskin di negeri Tirai Bambu itu. 

    "Jumlah warga miskin ada 30 juta saat ini. Jumlah ini turun drastis sejak dilakukan reformasi 40 tahun lalu," kata Chief Economist di China Center for International Economic Exchanges (CCIEE), Chen Wenling saat menerima kunjungan jurnalis dan akademisi Indonesia di Beijing, 13 November 2018.

    Chen menyebut, 40 tahun lalu kondisi Tiongkok bahkan kalah dari Indonesia. Menurutnya, ada 770 juta rakyat yang miskin.

    Pemerintah Tiongkok bertekad untuk mengentaskan kemiskinan tahun 2020. Caranya adalah dengan meningkatkan perekonomian di dalam dan luar negeri.

    "Makanya kami membuat suatu platform agar bisa berkembang bersama sekaligus membantu negara tetangga agar kita sama-sama menjadi negara yang kaya dan kuat," ungkap Chen.

    Namun begitu, mantan Menteri Pengentasan Kemiskinan China Fan Xiaojian mengakui pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak secara otomatis dapat mengurangi kemiskinan. 

    Dalam jumpa pers acara The 5th China-ASEAN Forum on Social Development and Poverty Reduction di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 14 September 2011 Xiaojian menyebut, ada 5 cara untuk mengentaskan kemiskinan. 

    Antara lain; pemerintah memimpin pengentasan kemiskinan, partispasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, pengembangan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan melalui teknologi.

    Secara khusus, dia mengungkapkan, pemerintah Tiongkok banyak mengeluarkan anggaran untuk masyarakat miskin. Tidak tanggung-tanggung, negeri tirai bambu sejak tahun 1950-an tersebut, kata Xiaojian, menghapuskan pajak pertanian sehingga negara mengalami kehilangan pendapatan sebesar 120 miliar yuan.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id