KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Kriminal

    Faisal Abdalla - 15 April 2019 22:10 WIB
    KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Kriminal
    Lokasi penemuan surat suara yang tercoblos, di Selangor, Malaysia. (Foto: Antara).
    Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, menyebut kasus dugaan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, perbuatan kriminal. Bila kejadian surat suara tercoblos terjadi di wilayah NKRI. 

    "Itu kriminal, pidana kalau TPS itu di wilayah kita. Tapi itu orang jahat yang ingin mencederai proses pemilu kita di Malaysia," kata Pramono di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin, 15 April 2019. 
    Pramono mengatakan, lokasi ditemukanya surat suara tercoblos bukan di wilayah yuridis Indonesia dan bukan tempat resmi penyimpanan surat suara di Malaysia. Panitia Pemlilu Luar Negeri (PPLN) menyiapkan tiga lokasi untuk penyimpanan surat suara, yaitu di KBRI, Wisma Indonesia, dan Sekolah Indonesia. 

    Baca: Kepolisian Malaysia Bantu Investigasi Surat Suara Tercoblos

    Dia menyatakan, jumlah WNI pemilih di Malaysia memang yang terbanyak ketimbang di negara lain. Jumlahnya mencapai 500 ribu pemilih. 

    "Belum lagi DPK, kalau total penduduk kita di Malaysia bisa mencapai 1 juta," ujarnya. 

    Pramono memastikan, surat suara tercoblos itu tak akan dihitung sebagai suara sah. Pasalnya surat suara itu sudah keluar dari lokasi penyimpanan seharusnya. 

    "Surat suara dibawa ke luar itu bagi kami tidak masuk proses pemilu, jadi berapapun surat suara yang dicoblos tidak akan masuk proses hitungan kita," tuturnya. 

    Kasus temuan tercoblosnya surat suara bermula dari laporan relawan Sekretaris Bersama Satuan Tugas Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi (Satgas BPN PADI), Parlaungan, pada 11 April 2019 pukul 12.48 waktu Malaysia. Ia mengadukan temuan itu melalui pesan Whatsapp kepada Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana.
     
    Yaza lantas mengajak Anggota Panwaslu Kuala Lumpur, Rizki Israeni Nur, menuju ke lokasi. Pukul 13.00, Yaza dan Rizki tiba di lokasi yang beralamat di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.
     
    Lokasi itu merupakan lot toko. Di dalamnya terdapat 20 buah tas diplomatik, 10 kantong plastik hitam, dan sekitar 5 karung goni putih dengan tulisan Pos Malaysia. Kantong-kantong itu disebut berisi surat suara.
     
    Yaza lantas mencoba membuka kantong secara acak. Ditemukan surat suara tercoblos untuk pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Untuk surat suara anggota legislatif, tercoblos di kolom Partai NasDem pada caleg nomor urut 3.
     
    Selang beberapa jam, Panwaslu Kuala Lumpur kembali menerima informasi dari anggota Satgas BPN PADI. Mereka menyebut ada kasus yang sama di sebuah rumah di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor. Sekitar 15 menit dari lokasi pertama.
     
    Di lokasi kedua itu, Panwaslu menemukan 158 karung dengan isi surat suara sekitar 230 lembar per karungnya. Kali ini surat suara yang tercoblos yaitu untuk capres 01 dan caleg NasDem nomor urut 2. Terdapat juga lembar surat suara tercoblos untuk caleg Demokrat nomor urut 3.
     
    "Total jumlah di dua lokasi tersebut berjumlah 40-50 ribu surat suara," kata Yaza.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id