WNA Pemilik KTP-el Terdaftar Pemilih Paling Banyak di Bali

    Faisal Abdalla - 06 Maret 2019 08:23 WIB
    WNA Pemilik KTP-el Terdaftar Pemilih Paling Banyak di Bali
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menyisir laporan 103 warga negara asing (WNA) pemilik kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang diduga terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Bali menjadi provinsi yang paling banyak terdapat pemilih WNA pemilik KTP-el. 

    "Terbanyak itu di tiga provinsi pertama itu Bali, Jawa Timur, Jawa Barat," kata Komisioner KPU Viryan Azis ketika dihubungi, Selasa, 5 Maret 2019. 

    Viryan mengatakan proses verifikasi data WNA pemilik KTP-el itu masih terus dilakukan. Namun KPU hanya menyisir 103 data yang diberikan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pasalnya Kemendagri menolak memberikan semua data WNA pemilik KTP-el karena alasan rahasia. 

    Verifikasi yang akan dilakukan KPU terhadap 103 data WNA pemilik KTP-el melalui dua tahap. Pertama KPU akan mengecek kebenaran apakah 103 WNA itu memang terdaftar di DPT. Jika terdaftar, KPU akan melakukan verifikasi faktual di lapangan untuk mengecek kebenaran apakah yang bersangkutan memang WNA. Jika dipastikan WNA, KPU akan mencoretnya dari DPT. 

    "Verifikasi bisa menghasilkan, pertama, benar mereka WNA dan ada orangnya, berikutnya bisa jadi ada hal lain tergantung temuan lapangan. Misalnya kami sudah dapat laporan di lapangan, dulu yang bersangkutan WNI, sekarang sudah WNA. Ada juga laporan speerti itu," ujarnya. 

    KPU memastikan akan mencoret 103 WNA itu jika memang benar terdaftar dalam DPT. KPU kembali menegaskan WNA tak memiliki hak pilih meski diizinkan memiliki KTP-el. 

    "Artinya apa yang KPU hasilkan bisa dipertanggungjawabkan karena sudah melalui mekanisme yang sedemikian rupa. Tapi prinsipnya WNA tak bisa memilih," ujarnya. 

    Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendgari, Zudan Arif Fakrulloh menemukan 103 WNA pemilik KTP-el terdata dalam DPT. Zudan mengaku menemukan data itu setelah melakukan pengecekan terhadap 1.600 WNA pemegang KTP-el. Zudan mengaku sudah menyerhakan data tersebut ke KPU untuk ditindaklanjuti. 

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah menerima data 103 warga negara asing (WNA) tersebut. KPU langsung menindaklanjuti data itu untuk dilakukan verifikasi di DPT maupun verifikasi faktual di lapangan. 

    "KPU RI telah menerima 103 nama WNA pemilik KTP-elektronik yang diduga ada di DPT dari Dukcapil kemarin, Senin, 4 Maret 2019," kata Komisioner KPU, Viryan Azis. 

    Hasil pencermatan KPU, 103 WNA pemilik KTP-el yang diduga terdaftar di DPT ini tersebar di 17 provinsi dan 54 kabupaten atau kota. KPU langsung menindaklanjuti data tersebut hari ini dengan menginstruksikan ke KPU di 17 Provinsi dan 54 kabupaten atau kota tersebut untuk langsung melakukan verifikasi data dengan melakukan pengecekan daftar pemilih. 




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id