• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Keberadaan Yusril di Tim Jokowi-Maruf Menguntungkan

Marcheilla Ariesta - 08 November 2018 08:00 wib
Yusril Ihza Mahendra. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Yusril Ihza Mahendra. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Jakarta:  Direktur Eksekutif  Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai keberadaan Yusril Ihza Mahendra di tim kampanye nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai menguntungkan. 

"Selama ini, dia (Yusril) terkesan anti-Jokowi. Namun jika dia ternyata bersedia menjadi tim hukum Jokowi, walaupun dia bilang profesional, minimal dia tidak anti. Dan itu berarti akan memperkuat citra pasangan Jokowi-Maruf," kata Djayadi pada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Dengan bergabungnya Yusril ke tim petahana, kata Djayadi, maka Jokowi dianggap dapat merangkul orang yang selalu mengkritiknya. Pasalnya selama ini Yusril dan partainya selalu mengkritik Jokowi.

Selain itu, imbuh Djayadi, Yusril juga merupakan tokoh Masyumi. Hal ini menambah daftar tokoh politikus Islam yang cukup kuat di tim TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Nah, sekarang ada tokoh kalangan Masyumi, kalangan modernist yang secara ketokohan cukup handal. Itu akan menambah citra Islam dari Pak Jokowi-Maruf," tutur dia.

Meski demikian, ucap Djayadi, dari segi suara Yusril tidak akan menambah banyak dukungan. Pasalnya, selama ini pendukungnya dikenal anti-Jokowi.

"Alasannya, Yusril sebagai pemimpin partai dan partainya juga tingkat dukungannya belum signifikan sampai hari ini. Lagi pula, para pendukung Pak Yusril orang anti-Jokowi. Jadi tidak mudah mengubah para pendukung ini untuk ikut mendukung Jokowi hanya karena menjadi pengacara di TKN," pungkas dia.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menilai advokat senior Yusril Ihza Mahendera bukan orang sembarangan di bidang hukum. Hal itu jadi alasan timnya menjadikan Yusril sebagai kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Jokowi senang dengan bergabungnya Yusril ke dalam timnya. Dia pun memandang selama ini dirinya tidak pernah berselisih dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.


(SCI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.