BPN Klaim Perubahan Visi dan Misi Aspirasi Masyarakat

Whisnu Mardiansyah - 11 Januari 2019 12:41 wib
Anggota Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo
Anggota Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid - Medcom.id/Gervin Nathanael Purba.

Jakarta: Anggota Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid, legawa perubahan visi-misi pasangan nomor urut 02 ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, perubahan visi dan misi aspirasi dari masyarakat. 

"Ya enggak apa-apa. Menurut saya sih pada hakikatnya perubahan prinsip kan enggak. Hanya penajaman dan lebih fokus lagi," kata Hidayat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2019.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengklaim revisi visi-misi bukan mengubah. Hanya mempertajam visi-misi yang sudah ada. 

"Tetap dalam koridor UUD 1945, Pancasila, itulah kata kuncinya. Tak berubah sama sekali. Itu kan kemarin diajukan karena berdasarkan aspirasi dari masyarakat, sehingga dimasukkan dan dipadatkan lagi," tutur dia. 

(Baca juga: TKN: Visi-Misi Prabowo-Sandi Berantakan)

Meski hal ini sepenuhnya kewenangan KPU, Hidayat menyayangkan, sikap inkonsistensi KPU. Seharusnya, hal yang yang tercantum di dalam aturan seperti perubahan visi-misi tak perlu dipersoalkan. Sama halnya seperti saat perubahan mekanisme penomoran capres/cawapres. 

"Ya harusnya KPU konsisten kalau itu dimungkinkan. Harusnya beragam hal yang tidak ada larangannya juga tetap dimungkinkan," pungkas dia. 

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai perubahan visi misi pasangan calon Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 dianggap sangat signifikan. Visi misi dianggap berubah total dari sebelumnya. 

"Kita bisa lihat sama-sama, kata demi kata yang tertulis dalam visi misi baru Prabowo-Sandi. Hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar 7,98 persen yang persis sama dengan visi misi lama," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, Jumat, 11 Januari 2019. 

Menurut dia, sebanyak 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74% baru sama sekali. "Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih," ungkap dia.

(Baca juga: Prabowo-Sandi Dianggap Rombak Total Visi Misi)




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.