Daerah Rawan Pilkada 2020 Dipetakan

    Ilham Pratama Putra - 25 November 2019 11:41 WIB
    Daerah Rawan Pilkada 2020 Dipetakan
    Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Daerah rawan konflik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dibedah DPR. Masalah ini dikupas dalam rapat internal Komisi II, yang membidangi isu dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilihan umum (pemilu).

    "(Daerah rawan) menjadi bagian yang akan kita bahas," kata Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Namun, pihaknya belum bisa memerinci daerah mana saja yang dikatakan rawan. Semua data masih diolah dalam rapat.

    Sementara itu, setidaknya ada sepuluh daerah rawan konflik pada Pemilu 2019. Provinsi ini meliputi Maluku Utara, Papua, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Utara.

    Selain itu, menurut dia, Komisi II akan mengevaluasi penyelenggaraan pilkada yang berlangsung sejauh ini. Masalah yang kerap mengganjal bakal dituntaskan di Pilkada 2020.

    "Masukan itu akan kita kumpulkan, kemudian nanti kita akan kaji secara akademik, kita buat riset, kemudian akan kelihatan nanti opsi mana yang terbaik," jelas Doli.

    Opsi pilkada langsung atau tidak juga masuk pembahasan Komisi II hari ini. Apa pun hasilnya, kata Doli, semuanya disiapkan demi demokrasi Indonesia lebih baik lagi.

    "Banyak pihak menyampaikan gagasan evaluasi, ada yang bilang kembali di DPRD, ada yang bilang langsung. Ada yang bilang asimetris, ada apa lagi nanti silakan saja. Komisi intinya ingin membuat pilkada pemilu dari hari ke hari menjadi lebih baik," pungkas dia.

     




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id