• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Dinas Pendidikan DKI Dianggap Lalai

M Sholahadhin Azhar - 11 Oktober 2018 22:03 wib
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono--Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Dugaan doktrinasi guru SMAN 87 Jakarta pada murid dinilai tak sepatutnya terjadi. Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono menilai, Dinas Pendidikan DKI lepas tanggung jawab atas insiden tersebut, terutama soal pembinaan.

"Ini terjadi karena bentuk pembinaan dari dinas yang kurang. Pengawasan dari dinas kurang, ketika ada pengawasan saya kira hal ini tak terjadi," ujar Gembong di Gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurutnya, pendidik seharusnya tak bisa secara sepihak menilai presiden. Apalagi memengaruhi anak didik dengan pandangannya. Sebab tak ada urusan antara keberpihakan dan pendidikan yang sedang diajarkan. 

Tugas guru, kata Gembong, murni mendidik para murid sesuai kurikulum dan mekanisme yang ada. Untuk mencegah kasus berulang, ia meminta Dinas Pendidikan DKI melakukan standarisasi, jangan sampai kegiatan belajar mengajar disusupi oleh nilai-nilai serupa kampanye.

"Kalau Jakarta aja seperti ini, bagaimana di daerah lain, kan sangat mengkhawatirkan juga," imbuh Gembong.

Baca: Guru SMA 87 Diduga Mendoktrin Siswa Jangan Pilih Jokowi

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan me-nonjob-kan guru bermasalah itu. Namun status pegawai negeri masih dipertahankan.

"(Guru) Akan ditarik segera, akan dihentikan dari mengajar dikelas, kalau status kepegawaian ada aturannya," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktoner 2018.

Baca: Guru Bermasalah Bakal Dinonaktifkan

Prinsipnya, kata dia, guru bermasalah akan ditarik dari lingkungan sekolahan. Tenaga pengajar itu tidak diperbolehkan mengajar terlebih dulu, supaya tidak ada interaksi antara dia dan para murid.

"Ada proses pendisiplinan sehingga aman buat semua," imbuh Anies.


(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.