MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    TKN Tantang BPN Bedah Aspek Hukum Slamet Ma'arif

    Whisnu Mardiansyah - 12 Februari 2019 17:58 WIB
    TKN Tantang BPN Bedah Aspek Hukum Slamet Ma'arif
    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani - Medcom.id/Dheri Agriesta.
    Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, geram kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut penahanan Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif kriminalisasi. Ia menantang kubu 02 membedah aspek hukum penetapan tersangka Slamet Ma'arif.

    "Koalisi 02 itu kan punya instrumen di DPR RI ini. Ada empat fraksi, kenapa kok tidak memanfaatkan instrumennya untuk meneliti soal itu. Kenapa kok hanya di media? Mari itu kita urai dalam satu forum resmi itu yang pertama," kata Arsul di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019.
    BPN tak bisa serta merta menyimpulkan pernyataan Slamet Ma'arif bagian kebebasan berekspresi. Arsul mengajak berdebat membedah aspek hukum kasus ini. 

    "Mari kita lihat apakah Ketua PA 212 itu, dari perspektif. Kita analisis dari perspektif UU Pemilu ada tidak melanggar?" ucapnya.

    (Baca juga: BPN Berikan Pendampingan Hukum Slamet Ma'arif)

    BPN jangan membentuk opini di publik seolah kepolisian tidak fair hanya memproses kasus di kubu Prabowo-Sandi. Arsul meminta BPN membuktikan kasus dari kubu TKN yang tidak diproses polisi. 

    "Apple to apple, kasusnya sama artinya keterpenuhan terhadap unsur-unsur pelanggaran pasalnya itu sama yang diadukan ke polisi dan tidak diproses. Ya harus kita bedah," ujar dia. 

    (Baca juga: Kronologi Penetapan Tersangka Slamet Ma'arif)

    Polres Surakarta resmi menetapkan Ketua Presidium Alumni atau PA 212 Slamet Ma'arif sebagai tersangka kasus pelanggaran kampanye. Slamet Ma'arif rencananya bakal diperiksa Rabu, 13 Februari 2019.

    Dalam surat panggilan dengan nomor S.Pgl/48/II/2019/Reskrim itu, Slamet dipanggil sebagai tersangka kasus pelanggaran pasal 280 ayat (1) huruf a, b, d, e, f, g, h, i, j. Yakni, kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id