Ira Koesno Ingin Debat Pilpres Panas

Faisal Abdalla - 10 Januari 2019 19:21 wib
Moderator debat perdana Pilpres 2019 Ira Koesno. Foto:
Moderator debat perdana Pilpres 2019 Ira Koesno. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Moderator debat perdana Pilpres 2019 Ira Koesno berharap acara yang dipandunya berlangsung panas. Debat diharap dapat memberikan pencerahan kepada publik dalam menentukan pilihan. 

"Tapi ya panasnya harus terkontrol, jangan meledak," kata Ira di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Januari 2019. 

Ira mengaku punya strategi untuk mengatasi debat jika berjalan terlalu panas. Sesuai aturan, moderator memiliki otoritas untuk mengeluarkan pihak yang membuat keributan dari arena debat setelah tiga kali peringatan. 

Dia juga menilai kisi-kisi pertanyaan debat yang dikirimkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada para pasangan calon (paslon) tak akan mengurangi esensi debat. Pasalnya, pertanyaan yang disusun panelis lebih bersifat sebagai pemantik. 

Paslon, kata dia, bakal dituntut untuk mampu mengelaborasi visi-misi dan program yang telah mereka susun. Ira pun membantah bila debat menjadi tak asyik karena ada kisi-kisi. "Pertanyaan ini kan sifatnya berbalas. Jadi ada pertanyaan, kemudian ditanggapi, kemudian ditanggapi lagi." 

Mantan penyiar TV swasta itu mengakui tugas moderator debat Pilpres 2019 adalah tantangan baru bagi dirinya. Meski sudah pernah memandu debat Pilpres 2004 dan debat Pilgub DKI 2017 lalu, debat pilpres kali ini situasinya sudah jauh berbeda. 

"Sekarang kan eskalasi sudah lebih tinggi karena level nasional, tetapi insyaallah kita amanah," tukas dia. 

Baca: Ira Koesno Ajak Masyarakat Tonton Debat Pilpres

Ira berharap kedua paslon bisa memanfaatkan debat publik sebagai ajang untuk menyosialisasikan visi-misi. Dengan begitu, pemilih semakin termotivasi untuk menyalurkan suaranya pada Pilpres 2019.

"Karena yang paling penting adalah masyarakat mau memilih. Jangan golput (golongan putih)," ungkap dia.

Sementara itu, debat perdana pilpres digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Januari 2019. Isu yang akan diangkat pada debat perdana adalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. 




(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.