• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

TKN Minta Video Anak Penyeru Ganti Presiden Diusut Tuntas

Whisnu Mardiansyah - 08 November 2018 18:38 wib
Direktur Advokasi dan Hukum TKN Irfan Pulungan -
Direktur Advokasi dan Hukum TKN Irfan Pulungan - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKIN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta polisi mengusut tuntas dugaan eksploitasi anak dalam video '2019 Ganti Presiden'. Kasus ini sudah lebih dulu dilaporkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ke Bareskrim Polri. 

"Bahwa pada tanggal 15 Oktober kami menemukan video di media sosial yang telah tersebar di tengah masyarakat. Konten video tersebut puluhan murid berseragam pramuka dengan dipandu oknum guru memberikan slogan '2019 Ganti Presiden'," kata Direktur Advokasi dan Hukum TKN Irfan Pulungan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2018.

Laporan ke Bareskrim itu sebagai tindak lanjut dari laporan TKN ke KPAI. TKN merasa perlu memberikan keterangan langsung kepada Bareskrim terkait video itu. Kedatangan TKN diterima langsung oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Bareskrim Polri AKP Rumi.

Irfan menduga video tersebut dikonsolidasikan secara sistemik, terencana dan terorganisasi. Peristiwa diduga terjadi di SMAN 87 Jakarta. 

Dia menyebut tindakan itu melanggar hukum terutama Undang-undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

"Pasal 15 UU tersebut tegas menyebutkan setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan berpolitik," papar dia. 

(Baca juga: KPAI Telusuri Video Anak Penyeru Ganti Presiden)

Irfan meminta laporan yang diteruskan dari KPAI ini tidak terhenti pengusutannya di kepolisian. Ia menganggap ada unsur pidana yang tercantum dalam UU Perlindungan Anak.

Ia menegaskan jika tindakan oknum guru dalam video tersebut jelas perbuatan penyalahgunaan kegiatan politik yang melanggar hukum. Ancaman pidananya 5 tahun sesuai Pasal 87 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo UU Nomor 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak.

TKN, kata dia, menyesalkan anak dilibatkan dalam hasrat ambisi kelompok tertentu. Padahal seyogyanya anak terlindungi dari kegiatan politik yang mengandung unsur ajaran kebencian, menghasut dan sikap radikal. 

"Kemurnian anak dalam berpikir tidak terkontaminasi dari pemikiran radikal yang dapat membahayakan keutuhan bangsa dan negara di kemudian hari," pungkas dia. 

(Baca juga: Buwas Diminta Usut Pramuka Penyeru Ganti Presiden)




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.