Kampanye Pilkada 2020 Dipatok Tiga Bulan

    M Sholahadhin Azhar - 19 September 2019 12:43 WIB
    Kampanye Pilkada 2020 Dipatok Tiga Bulan
    KPU. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya memperpendek masa kampenya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal ini sedang dirumuskan dalam peraturan yang sedang disusun KPU. 

    "Mungkin tiga bulan, dibanding tujuh bulan kan perbedaannya luar biasa," kata Wahyu kepada Medcom.id, Kamis, 19 September 2019.

    Menurut dia, keinginan KPU didasari komunikasi bersama partai politik. Perwakilan partai meminta kampanye di Pilkada 2020 tak terlalu panjang.  KPU menyepakati.

    Pihak-pihak terkait menilai banyak dampak negatif muncul karena kampanye yang panjang. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 contohnya, segregasi masyarakat muncul.

    "Menyisakan ekses-ekses konflik horizontal yang tak produktif," tegas Wahyu.

    Masa kampanye masih dibagi menjadi pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, dan dialog, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga, dan kegiatan lain. Kampanye juga meliputi debat publik terbuka antarpasangan calon dan kampanye melalui media massa. 

    Perpendekan masa kampanye ini masukan dari Komisi II DPR. Legislator berpendapat masa kampanye yang terlalu lama dapat berdampak negatif bagi penyelenggaraan pilkada. 

    Sementara itu, Pilkada 2020 bakal digelar di 270 daerah. Pesta demokrasi berlangsung di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id