Kampus Diminta Aktif Menguji Visi Misi Paslon

    Intan Yunelia - 12 Januari 2019 14:08 WIB
    Kampus Diminta Aktif Menguji Visi Misi Paslon
    Diskusi 'Kampus dan Pemilu 2019' - Medcom.id/Intan Yunelia.
    Jakarta: Perguruan Tinggi (PT) diminta berperan aktif mencermati visi misi pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. Dengan berlatarbelakang ilmu dan data yang dimiliki sivitas kampus dinilai bisa lebih kritis. 

    "Kalau dari kalangan kampus betul-betul menguji visi misi dan kami sebagai petahana bisa melihat semua capaian sebelumnya yang belum dilakukan dan hal tersebut bisa dibaca dengan sangat terbuka oleh kampus-kampus," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Zuhairi Misrawi dalam diskusi 'Kampus dan Pemilu 2019' di The Atjeh Connection, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019.

    Zuhairi menambakan Pilpres 2019 harus dibarengi dengan tantangan-tantangan yang dihadirkan oleh kampus. Tak hanya dipenuhi oleh partai politik saja.

    "Saya menghormati setiap karya akademis dan kita harus menggunakan parameter dan indikator-indikator yang pas bagaimana kemudian kita membandingkan Indonesia pada zaman Pak Harto dan pascareformasi terutama pada zaman Pak Jokowi," tutur Zuhairi.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengaku ada sejumlah kritikan dari kampus yang menilai Joko Widodo menganut sistem pemerintahan semi otoriter. Hal tersebut semestinya dipaparkan dengan data-data yang dimiliki.  

    (Baca juga: Kubu Jokowi Jadikan Debat Edukasi ke Publik)

    "Saya kira itu menarik untuk kita mendiskusikan dengan dingin. Mari kita diskusikan semi otoriter itu apa sehingga kemudian kita bisa melihat lebih jernih," ujar Zuhairi.

    Dia menyebut program yang sudah dijalankan Jokowi selalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jadi, sulit untuk dikritik negatif.

    "Saya melihat Pak Jokowi itu dikritik programnya itu agak susah. Sehingga menyentuh pribadinya dan hal-hal yang tidak substansial," imbuh dia. 

    Zuhairi berharap dengan waktu tersisa tiga bulan sebelum pemilihan, dapat digunakan oleh kampus untuk mengkaji lebih dalam visi misi dan program yang akan dijalankan oleh capres dan cawapres. 

    "Nanti ada debat tanggal 17 Januari 2019, kampus mudah-mudahan lebih engganged dan terlibat aktif. Setelah debat ada diskusi-diskusi untuk kampus untuk menilai atau mendiskusikan hasil debat," pungkas dia. 





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id