Dugaan 'Serangan Fajar' Carles untuk Ketua RW

    Nur Azizah - 16 April 2019 15:29 WIB
    Dugaan 'Serangan Fajar' Carles untuk Ketua RW
    Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Ketua Bawaslu Jakarta Utara Mochamad Dimyati belum bisa memastikan keterkaitan Carles dengan Caleg DPRD DKI Mohamad Taufik. Carles Lubis diduga melakukan politik uang.

    Pensiunan TNI itu ditangkap di kediaman politikus Partai Gerindra. Dari operasi tangkap tangan ditemukan 80 amplop putih berisi uang Rp500 ribu.

    Dimyati mengatakan, uang tersebut untuk mengumpulkan saksi dan ketua RW di Warakas, Jakarta Utara. Sedianya, kegiatan itu akan dihadiri politikus Partai Gerindra. 

    "Rencananya semalam mau ada kegiatan mengumpulkan saksi-saksi dan RW yang jadi koordinator wilayah. Saat itu, saksi sudah sebagian datang, Pak Taufik juga ada rencana hadir, tapi belum ada," ujar Dimyati saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    Carles ditangkap kemarin, 15 April 2019 sekitar pukul 17.30 WIB. Belum dipastikan peran Carles dalam dugaan politik uang ini.
     
    "Ketangkap sekitar pukul 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah Pak Taufik, di posko kemenangannya," kata Dimyati.

    Baca juga: Dua Terduga Politik Uang Ditangkap

    Saat ini, Carles masih dimintai keterangan terkait uang tersebut. Saat ditangkap pun, Carles sempat memberikan nomor ponsel Taufik kepada Dimyati. Dia tak paham maksud Carles memberikan nomor ponsel tersebut.

    "Makanya saya enggak tahu untuk apa ngasih nomor (telepon) saya ke Pak Taufik, sampai saat ini saya enggak pernah kontak ke Pak Taufik," kata dia.

    Sementara itu Bawaslu DKI Jakarta tengah mendalami dugaan laporan politik uang di Jakarta Utara. Penelusuran perlu dilakukan lebih lanjut agar tidak salah mengambil kesimpulan.
     
    "Itu masih dalam proses penelusuran yang dilakukan oleh kawan-kawan kita di Bawaslu Jakarta Utara," kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, di Jakarta Utara, Selasa 16 April 2019.
     
    Bawaslu DKI masih mendalami prosesnya apakah ada potensi pelanggaran di waktu tenang atau tidak. Selain itu, kata Puadi, Bawaslu Jakarta Utara tetap akan berkoordinasi dengan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). 



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id