Pos Indonesia Diminta Menolak Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah

    Dian Ihsan Siregar - 27 Januari 2019 02:46 WIB
    Pos Indonesia Diminta Menolak Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah
    Anggota Bidang Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Habiburokhman. MI/Adam Dwi.
    Jakarta: Anggota Bidang Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Habiburokhman mengecam beredarnya tabloid Indonesia Barokah. Ia menyebut, tabloid itu kerap dikirim menggunakan jasa PT Pos Indonesia.

    "Lewat Pos dan kita akan ingatkan Pos Indonesia, agar tidak ikut menyebarkan konten yang masalahnya berkaitan dengan hukum," kata Habiburokhman dalam diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu, 26 Januari 2019. 

    Ia menyebut, Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik. Isi tabloid dinilai sangat menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi. "Enggak ada cover bothside. Dan tidak ada konfirmasi kepada yang bersangkutan," ujarnya. 

    Menurut Habiburokhman, tabloid itu juga tidak memenuhi aturan yang ada dalam Pasal 9 dan Pasal 12 Undang-undang Pers. Salah satunya, soal tak dicantumkannya nama penerbit.

    Ia pun meyakini konten tabloid Indonesia Barokah memuat unsur kampanye hitam. Habiburokhman mendesak agar tabloid itu ditindak cepat. 

    "Ya musuh bersama kampanye hitam, tapi ini adalah demokrasi di era keterbukaan, memang bebas kampanye, tapi harus positif, harus yang ditonjolkan visi-misi calon," pungkasnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id