• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kemampuan Ekonomi Prabowo Diragukan

08 November 2018 12:00 wib
Partai Solidaritas Indonesia. Medcom.id/M. Rizal.
Partai Solidaritas Indonesia. Medcom.id/M. Rizal.

Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meragukan kemampuan ekonomi pasangan calon presiden Prabowo-Sandi dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan. Sebab, pernyataan Prabowo dan juru bicaranya sering tak masuk akal.
 
"Dalam pidato, Prabowo janji tak impor BBM. Gimana caranya dalam lima tahun Indonesia swasembada energi? Kita impor BBM 700 ribu barel per hari loh," kata Juru Bicara PSI, Yurgen Alifia Sutarno dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 7 November 2018.
 
Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat VI (Depok-Bekasi) itu menegaskan, ada dua opsi untuk merealisasikan skenario Prabowo.  Pertama, Pertamina harus menaikkan lifting minyak bumi. Padahal sejak 2010 lifting minyak terus turun dari 945 ribu barel per hari menjadi 750 ribu barel per hari. Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai sekitar 1,3 juta barel per hari.
 
"Ini dikarenakan kapasitas sumur yang sudah tua. Eksplorasi juga mahal, butuh waktu lama dan banyak tantangan teknis. Tidak mudah dilakukan hanya dalam rentang lima tahun," ujar Yurgen.
 
Opsi kedua, mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik untuk menekan konsumsi BBM. Namun hal itu suit dilakukan secara instan.
 
"Apa iya dalam lima tahun bisa mengkonversi puluhan juta kendaraan berbahan bakar minyak ke gas atau listrik? Atau apa sebenarnya solusinya? Coba realistis sedikitlah," katanya.

Baca: Istilah 'Ekonomi Kebodohan' Prabowo Dipertanyakan

Yurgen mengaku kecewa dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan sejumlah juru bicara Prabowo-Sandi terkait isu ekonomi.
 
"Ada yang bilang inflasi rendah karena daya beli rendah, ada yang bilang infrastruktur tak mampu membuka lapangan kerja. Saya heran ini timnya pak Prabowo sebenarnya mengerti ekonomi apa enggak? Cuma ingin menyerang pemerintah tapi miskin data," ujarnya.
 
Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto berjanji tidak akan impor barang atau kebutuhan apapun dari luar negeri apabila terpilih menjadi presiden pada Pemilu 2019 mendatang.




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.