• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Politik Kebohongan Seolah Lumrah

09 November 2018 10:34 wib
Budayawan Radhar Panca Dahana. (Foto: Metro TV)
Budayawan Radhar Panca Dahana. (Foto: Metro TV)

Jakarta: Tak bisa dipungkiri kasus hoaks Ratna Sarumpaet membuka mata semua pihak bahwa politik saat ini rentan disusupi kebohongan demi kepentingan tertentu. Budayawan Radhar Panca Dahana bahkan menyebut hoaks Ratna menjadi representasi dan simbol dari realitas politik itu sendiri. 

"Memang tidak semua tapi mereka itu memainkan retorika yang kadang menyembunyikan kenyataan seseungguhnya demi kepentingan memengaruhi masyarakat," ungkapnya dalam Prime Talk Metro TV, Kamis, 8 November 2018.

Radhar mengatakan elit dan politikus saat ini lebih memilih mengedepankan kepentingan untuk mendapatkan kekuasaan ketimbang menciptakan pendidikan politik yang bagus. Segala taktik digunakan termasuk membuat kebohongan politik seolah menjadi sesuatu yang lumrah. 

"Makin banyak kebohongan disebarluaskan melalui media sosial seolah itu normal, lumrah. Elite politik (seakan) mendapatkan legitimasi secara kultur dan sosial untuk melakukan hal itu," kata dia.

Politik santun, ujar Radhar, sudah menjadi barang langka di Indonesia. Cara-cara pragmatis dan oportunistik terus dibangun untuk mengeliminasi kebudayaan masyarakat yang santun dalam bicara atau bertindak.

Radhar mengaku sangsi kultur berpolitik santun bisa dibangun dan diteruskan di dalam negeri. Kenyataannya, politik yang seharusnya dibentuk secara perlahan dengan mengadopsi kearifan lokal tidak dilakukan. Yang terjadi politikus cenderung menggunakan acuan bahkan nilai-nilai yang berlaku di negara lain yang tidak pas dengan jati diri bangsa.

"Kita (seperti) mau bunuh diri dengan membunuh kultur kita yang sudah lama dipelihara dengan cara seperti ini. Tidak ada kesantunan, harga diri, dan kesopanan dalam bertutur kata. Jati diri yang seharusnya ditunjukkan sebagai negara dengan berbagai suku bangsa justru dilakukan dengan sesuatu yang negatif dan destruktif," ungkapnya.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.