Isu Agama Melempem di Pemilu 2019

    Insi Nantika Jelita - 29 Agustus 2019 08:12 WIB
    Isu Agama Melempem di Pemilu 2019
    Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris. Medcom.id/Ilham Pratama.
    Jakarta: Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menyebut isu agama tidak laku dalam Pemilu 2019. Pemilih tidak menjadikan isu tersebut sebagai preferensi dalam memilih anggota legislatif.

    "Hal ini bisa dilihat dari hasil Pileg 2019. Total perolehan partai berbasis Islam hanya mendapatkan 30,5 persen. Ini merosot ketimbang di Pemilu 2014 yang mendapatkan 31 persen-41 persen," ujar Syamsuddin di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Pada Pemilu 2019, PKS, PPP, dan PBB gagal mengimbangi suara partai nasionalis. Syamsuddin menilai hal itu terjadi karena partai-partai politik tersebut tidak sepenuhnya memperjuangkan nilai-nilai Islam.

    Berdasarkan hasil survei nasional dari LIPI, beber Syamsuddin, sebanyak 54,2 persen responden tidak sepakat bila isu agama dipakai dalam politik. Hanya 32,9 persen yang setuju isu agama digunakan dalam pemilu.

    Hasil survei lain juga menyebutkan 46 persen responden berpendapat rangkaian aksi bela Islam pada 2016 merupakan aksi murni, bukan gerakan politik. Selain itu, LIPI mencatat 52,7 persen responden tidak keberatan memilih caleg yang berbeda agama, sedangkan 40 persen responden keberatan.

    Survei dilakukan dengan mewawancarai akademisi, politikus, jurnalis senior, pengurus asosiasi pengusaha, tokoh agama, dan budayawan. Sampel survei berjumlah 1.500 responden dengan margin of erorr sebesar 2,53 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka di 34 provinsi.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id