• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Prabowo Dinilai Ingin Menang Sendiri

Arga sumantri - 08 November 2018 18:58 wib
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga. Medcom.id/M Sholahadin Azhar

Jakarta: Prabowo Subianto dinilai hanya memikirkan pencalonan dirinya sebagai presiden dan nasib Partai Gerindra pada Pemilu serentak 2019. Hal ini menanggapi pengakuan blak-blakan Yusril Ihza Mahendra soal tak adanya respons dari Prabowo atas draf kesepakatan koalisi.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, membaca dua hal. Pertama, ada kekecewaan dari Yusril selaku Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) terhadap sikap abai Prabowo atas draf kesepakatan, yang diistilahkan Yusril sebagai draf aliansi.

"Kedua, Yusril melihat ini sama saja Prabowo tidak bertanggung jawab terhadap partai koalisinya.  Prabowo ingin hanya partainya saja yang leading, terbukti sekarang (Gerindra) leading," kata Arya di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2018.

Arya juga menilai situasi ini menunjukkan koalisi oposisi sejatinya tak solid. Terlebih, sejumlah partai di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperbolehkan kader maupun caleg beda pilihan dukungan Pilpres.

"Demokrat begitu, PAN, PKS kabarnya begitu, akhirnya koalisi di sana menyelamatkan diri masing-masing," ungkapnya.

Sebelumnya, Yusril menyebut Prabowo mengabaikan draf aliansi yang pernah diusulkannya. Draf aliansi itu berisi kesepakatan partai-partai pengusung Prabowo-Sandi.

Sebagai calon presiden dan pimpinan koalisi, Prabowo disarankan mengundang ketua-ketua partai dan mendiskusikan format koalisi. Sehingga menemukan format koalisi yang disepakati oleh semua partai.
 
Menurutnya, jikan partai koalisi hanya diajak mendukung Prabowo-Sandi tanpa format yang jelas, maka yang diuntungkan hanya Partai Gerindra. Sebab, di waktu yang sama para caleg akan saling bertempur untuk memperoleh kemenangan.
 
"Nanti Prabowo-Sandi menang pilpres, tetapi dalam Pileg yang sangat diuntungkan hanya Gerindra. Sementara partai anggota koalisi yang lain babak belur," jelas Yusril.


(JMS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.