• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Prabowo Tak Bisa 'Setir' Media

M Sholahadhin Azhar - 06 Desember 2018 15:56 wib
Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia
Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Lukman Edy - Medcom.ic/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Lukman Edy menyebut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto hanya mampu mengandalkan media sosial. Ini terlihat dari sikap Prabowo yang gusar terhadap media arus utama terkait pemberitaan Reuni Akbar  212.

Lukman menyebut Prabowo tak bisa melakukan framing di media arus utama. Seperti pihaknya yang gencar melakukan framing melalui media sosial. 

"Ini kan framing subjektif pihak Prabowo yang itu enggak masuk ke media (mainstream). Karena persiapan 212 itu sarat dengan politik dan kampanye terselubung," ujar Lukman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Dia menegaskan Prabowo tak bisa sesuka hati menyetir pemberitaan di media mainstream. Sebab media-media itu diawasi dengan ketat oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers. 

Eks Wakil Ketua Komisi II DPR itu memastikan, semua tayangan atau berita yang disiarkan media diarsipkan oleh lembaga-lembaga tersebut. Tujuannya yakni untuk memantau agar pemberitaan berimbang dan tak berat sebelah.

"Bawaslu kan merekap terus, setiap hari. misalnya di salah satu TV ini yang diundang tokohnya siapa? imbang enggak? kalau enggak imbang mereka rekap itu, saya tahu betul," beber Lukman.

(Baca juga: Prabowo Sebut Jurnalis Antek Penghancur NKRI)

Hal berbeda, kata dia, jika melihat sebaran informasi di media sosial. Banyak buzzer anonim yang berkeliaran dan mengabarkan hoaks. 

Ironisnya, Lukman menyebut, Prabowo-Sandiaga Uno cenderung memanfaatkan medium itu. Apalagi, Bawaslu belum punya komponen penertiban media sosial yang mandiri. 

Sebab UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum belum mengatur secara detail mengenai media sosial.

"Misalnya ada media sosial menyebar hoaks dan fitnah itu pihak kepolisian bisa langsung menangani dan menyatakan sebagai pelanggaran UU ITE. Tetapi, kalau institusi mengawasi kepemiluan tidak sampai di sana," sebut Lukman. 

Ia mengaku heran dengan sikap Prabowo-Sandi yang lebih mengandalkan medsos. Sebab tak seperti media mainstream, medium informasi itu minim verifikasi dan pengawasan. Lain cerita kalau medsos dijadikan sebagai sarana pendukung.

"Kecuali memang dengan penuh kesadaran menyatakan bahwa kampanye tanpa diawasi ini menjadi sarana kampanye Pak Prabowo-Sandi. Kalau masuk di media mainstream enggak sanggup karena ada pengawasan tiga tadi," tandas Lukman.

(Baca juga: Prabowo Dongkol kepada Media)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.