Dua Caleg di Malang Diduga Lakukan Praktik Politik Uang

    Daviq Umar Al Faruq - 24 April 2019 10:53 WIB
    Dua Caleg di Malang Diduga Lakukan Praktik Politik Uang
    Ilustrasi/Medcom.id.
    Malang: Dua calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat diduga melakukan praktik money politik atau politik uang jelang Pemilu, 17 April 2019 lalu. Dugaan sementara praktik tersebut dilakukan caleg bersama tim suksesnya di Desa Pagedangan, Turen, Malang, Jawa Timur.

    Anggota Panwascam Turen, Hari Sulistyono mengatakan berdasarkan dua caleg yang diduga terlibat dalam praktik politik uang berinisial TN, caleg DPRD Kabupaten Malang dan NS, caleg DPR RI, keduanya dari Partai Demokrat.

    "Progresnya sekarang kita memang memanggil para saksi. Nanti kita klarifikasi saksinya, apa benar-benar ada pelanggaran. Dari sini kita kaji, proses selanjutnya kita ada pemanggilan ke calegnya,” katanya, Rabu 24 April 2019.

    Sedangkan, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva mengaku telah memanggil tiga orang saksi untuk dimintai keterangan pada Senin, 22 April 2019 lalu.

    Ketiga saksi yang dipanggil berinisial P, K dan J. Saksi P dan K adalah seorang pria, sedangkan saksi J adalah seorang wanita. Namun, dari tiga saksi yang dipanggil terdapat satu saksi yang belum memenuhi panggilan.

    "Saksi J, belum datang. Kalau enggak datang kita panggil satu kali lagi,” bebernya.

    George menjelaskan dugaan praktik money politik ini berawal pada Selasa 16 April 2019 lalu atau sehari sebelum hari pencoblosan Pemilu. Saat itu, diketahui terdapat oknum yang membagi-bagikan amplop berisikan uang di wilayah desa Pagedangan sebesar Rp 40 ribu.

    Oknum tersebut diketahui adalah saksi J. Aksi bagi-bagi uang ini pertama kali diketahui oleh saksi P. Sedangkan saksi K adalah salah satu warga yang mendapatkan amplop berisi uang pecahan Rp 5 ribu empat lembar dan pecahan Rp 20 ribu satu lembar tersebut.

    "Saksi P menguntit saksi J saat membagi-bagi amplop. Terus saksi P menyerahkan barang bukti amplop ke pengawas desa. Terus pengawas desa juga buntuti dia (J) serta melakukan foto dan video, malah dia lari keluar,” jelasnya.

    Sementara itu, saat dikonfirmasi, Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Malang Joshua Sebayang mengaku prihatin dengan adanya dugaan tersebut. Sebab, partainya sejak awal sudah membekali para caleg agar berjuang dengan cara-cara yang terhormat dengan tidak melanggar semua aturan.

    "Jika memang cukup bukti dan saksi, monggo kami tidak bisa berbuat apa-apa selain mendukung seluruh proses penegakan hukum yang ada atas yang bersangkutan termasuk caleg-caleg lain bila ada," pungkasnya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id