• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Elektabilitas Parpol Pendukung Jokowi Makin Moncer

07 Desember 2018 09:00 wib
Sekjen Partai Koalisi Pemenangan Jokowi - Foto: Medcom.id/Whisnu
Sekjen Partai Koalisi Pemenangan Jokowi - Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Elektabilitas partai politik pendukung calon presiden Joko Widodo semakin meningkat. Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research.
 
Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa dua partai utama pendukung Jokowi-Ma’ruf berpotensi mendulang kenaikan suara, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
 
”Dibanding hasil Pileg 2014, PDIP mengalami kenaikan elektabilitas dari 19,0 persen menjadi 23,1 persen,” kata Vivin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Desember 2018.
 
Sosok Jokowi yang lekat dengan citra PDIP menjadi faktor utama untuk mengerek elektabilitas. Hal serupa dialami PKB, di mana Kiai Ma’ruf sebagai cawapres yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) beririsan dengan basis tradisional PKB.
 
“PKB berpeluang menggeser Partai Demokrat dan menyodok ke posisi keempat, dengan elektabilitas 7,3 persen,” kata Vivin.
 
Di kubu paslon Prabowo-Sandi, coattail effect hanya dinikmati oleh Partai Gerindra, tanpa menular ke parpol pendukung lainnya.
 
“Gerindra meraih elektabilitas 12,3 persen, berpeluang menggeser Partai Golkar yang terpaut tipis (12,8 persen) dengan memperhitungkan margin of error survei,” papar Vivin.
 
Menurut Vivin, sosok capres Prabowo Subianto maupun cawapres Sandiaga Uno yang dua-duanya merupakan representasi Gerindra, menjadi faktor utama keengganan partai-partai lain untuk total mendukung Prabowo-Sandi.
 
“Kegagalan Demokrat mengajukan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres menyebabkan Demokrat terkesan setengah hati,” terang Vivin.
 
Demoralisasi yang melanda kader-kader Demokrat di daerah mendorong pembelahan di tubuh partai. Dampaknya, Vivin menambahkan, Demokrat merosot ke posisi kelima dengan elektabilitas 5,4 persen.
 
Di antara parpol baru dan non-seat, Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berada dalam barisan Jokowi-Ma’ruf berpeluang menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
 
Perindo memimpin dengan elektabilitas 2,9 persen, disusul PSI 1,2 persen, sedangkan sisanya diprediksi gagal mencapai ambang batas. “Berkarya yang masuk koalisi Prabowo-Sandi berada di posisi buncit dengan elektabilitas 0,1 persen”, pungkas Vivin.
 
Temuan Survei indEX Research
 
Dari hasil survei, elektabilitas paslon Jokowi-Ma’ruf unggul jauh dengan raihan 54,6 persen sedangkan Prabowo-Sandi hanya 30,6 persen. Jokowi-Ma’ruf unggul pada segmen pemilih perempuan (57,8 persen), milenial (54,1 persen), dan Islam (53,7 persen). Prabowo-Sandi hanya unggul pada segmen pemilih terpelajar (41,5 persen).
 
Jokowi-Ma’ruf juga meraup dukungan di hampir semua pulau, termasuk Jawa (56,7 persen) dan Luar Jawa. Di Maluku-Papua, Jokowi-Ma’ruf unggul telak dengan dukungan 66,8 persen. Satu-satunya pulau yang dimenangkan kubu Prabowo-Sandi hanya Sumatera dengan dukungan 43,3 persen. Angka tersebut terpaut tipis dari Jokowi-Ma’ruf dengan dukungan 41,6 persen.
 
Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 November 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca: Elektabilitas Jokowi di Sumbar Jadi Sorotan

Berikut elektabilitas partai politik hasil survei IndEX Research:

PDIP                      23,1%
Golkar                   12,8%
Gerindra              12,3%
PKB                        7,3%
Demokrat            5,4%
Nasdem               3,4%
PPP                        3,1%
PKS                        3,0%
Perindo                 2,9%
PAN                       2,3%
Hanura                 1,5%
PSI                      1,2%
PBB                     0,5%
PKPI                    0,3%
Garuda               0,2%
Berkarya             0,1%
Tidak tahu/tidak jawab  20,6%




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.