Hakim MK Semprot Kuasa Hukum Prabowo-Sandi

    Kautsar Widya Prabowo - 19 Juni 2019 20:14 WIB
    Hakim MK Semprot Kuasa Hukum Prabowo-Sandi
    Ilustrasi sidang MK - ANT/Hafidz Mubarak A.
    Jakarta: Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palguna memarahi kuasa hukum dari calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nasrullah. Palguna kesal lantaran terdapat perbedaan nama saksi saat disumpah dengan yang didaftarkan. 

    Hal itu terungkap saat hakim menanyakan jumlah saksi yang dihadirkan pemohon yakni kubu Prabowo-Sandi dalam sidang ketiga Perselisihan Hasil Pemilihan umum (PHPU). Berdasarkan berita acara MK, terdapat 15 saksi fakta dan dua orang saksi ahli. Jumlah tersebut tidak termasuk dua saksi fakta, Said Didu dan Haris Azhar yang belum bersaksi. 
    Anggota kuasa hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mengatakan pihaknya sudah mencoret dua saksi fakta atas nama Risda Mardiana dan Betty Kristiana. Namun, dia tak menyadari keduanya sudah diambil sumpah sebagai saksi. 

    Palguna emosi mendengar pernyataan Nasrullah. Dia bahkan menyebut Nasrullah telah mendelegitimasi majelis hakim. 

    "Saudara jangan menyalahkan Mahkamah. Sebelum masuk kan saudara yang berkewajiban menyeleksi orang yang masuk," kata Palguna dalam sidang, di Gedung MK, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

    Baca: Andi Arief Tak Percaya Celoteh Saksi Kubu Prabowo

    Nasrullah mencoba berkelit dari tuduhan Palguna. "Oh tidak, tidak. Tidak menyalahkan majelis. Kami tidak menyalahkan," kilah Nasrullah.

    "Secara tersirat pernyataan saudara menyalahkan mahkamah," ketus Palguna.

    "Tidak majelis sama sekali tidak," timpal Nasrullah.

    Palguna mengingatkan MK sudah meminta pemohon untuk menghadirkan 15 saksi. Menurut dia, pemohon seharusnya lebih teliti dalam menghadirkan saksi. 

    Nasrullah mengaku sudah mengikuti rekomendasi hakim. Namun, adanya koordinasi yang terlambat membuat kedua orang yang seharusnya tidak bersaksi masuk ke ruang sidang.

    "Betul majelis karena tadi ada persolaan terkait Said Didu dan Haris Azhar. Kami memasukkan Betty itu tapi kemudian ada konfirmasi Haris dan Said Didu akan datang," jelas Nasrulalh. 

    Nasrullah juga mengaku telah memberitahukan kepada panitera untuk mencoret nama Betty dan Risda. Namun, pesan tersebut dinilai tidak disampaikan dengan baik oleh panitera.

    "Tapi pada panitera sudah kami katakan, bahwa kami ganti Betty dengan Said Didu dan Haris Azhar," pungkasnya.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id