Paslon Diminta Menggunakan Gaya Bahasa Sederhana di Debat

Whisnu Mardiansyah - 12 Januari 2019 17:36 wib
Diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' - Medcom.id/Whisnu
Diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Gaya bahasa adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Penggunaan gaya bahasa yang sederhana penting agar mudah diterima semua kalangan masyarakat. 

"Formulasi bahasa yang ditampilkan oleh para pasangan di debat jangan sulit dimengerti," kata Pengamat Politik UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Gungun Heryanto dalam diskusi 'Jelang Debat Siapa Hebat' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu 12 Januari 2019.

Gaya bahasa yang sederhana bisa diterima oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat. Terutama masyarakat awam yang mendominasi Pemilu 2019. 

"Kalau kemudian bahasanya sangat tinggi atau terlalu teknis maka masyarakat awam akan sulit mencerna padahal lapis pemilih paling besar adalah masyarakat awam," tutur dia. 

(Baca juga: Kisi-Kisi Pertanyaan Debat Bakal Dievaluasi)

Ini menjadi tugas timses meramu kosa kata dan istilah-istilah teknis materi tema debat. Seperti istilah hukum, terorisme, dan korupsi yang banyak menggunakan istilah ilmiah. 

"Saya yakin mereka sudah menyiapkan karena pasti sudah dipoles oleh tim konsultan," ucap dia. 

Yang perlu menjadi catatan, Gungun mewanti-wanti, paslon tidak mudah melontarkan pernyataan atau kalimat spontan di debat. Tutur gaya bahasa yang spontanitas keluar bisa memengaruhi publik.

"Pernyatan spontan itu akan dipengaruhui oleh gaya komunikasinya masing masing seperti Pak Jokowi ataupun Pak Prabowo disitulah letak kesopanan para kandidat itu penting," pungkas dia. 

(Baca juga: Debat Publik Momentum Paslon Tarik Swing Voters)




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.