TKN Sayangkan Prabowo Sindir Presiden Terdahulu

    Faisal Abdalla - 13 April 2019 23:57 WIB
    TKN Sayangkan Prabowo Sindir Presiden Terdahulu
    Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir. Foto: MI/Adam Dwi
     Jakarta: Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Erick Thohir menyayangkan sikap calon presiden 02 Prabowo Subianto saat debat. Pasalnya, Prabowo terkesan menyalahkan presiden terdahulu terkait impor. 

    "Sangat disayangkan karena berarti Pak Soeharto (presiden ke-2 RI) juga kena, berarti pak SBY (presiden ke-6 RI) juga kena," kata Erick di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. 

    Erick menilai sebagai bangsa besar, seharusnya semua pihak bisa menghargai jasa para pemimpin terdahulu. Dia menilai sebaiknya kelebihan pemimpin terdahulu yang justru harus dihargai, bukan mengungkit kekuranganya. 

    "Karena sejarah Indonesia itu dibangun juga berkat kepemimpinan beliau-beliau semua dari jaman presiden Soekarno sampai hari ini," ujarnya. 

    Erick puas dengan performa pasangan capres cawapresnya dalam debat pamungkas tadi. Menurutnya, jawaban-jawaban Jokowi menunjukan kemampuanya dalam mengelola ekonomi makro. 

    "Jadi memang itu yang disampaikan pak Jokowi, memanage ekonomi makro itu beda dengan mikro. (Paslon 2) terus bicara impor-impor selalu kan sudah dijawab impor itu salah satunya musti iron stock, ketahanan pangan," ujarnya. 

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung kepemimpinan Joko Widodo yang telah berjalan 4,5 tahun lamanya. Di kepemimpinan Jokowi, pemerintah seakan tak memiliki strategi pembangunan karena membiarkan terjadinya impor pangan.

    "Niat Pak Jokowi bagus, tapi Pak Jokowi sudah berkuasa 4,5 tahun, kenapa mengizinkan impor, petani hancur, kenapa tidak melakukan industrialisasi dan hanya memfokuskan pembangunan infrastruktur," ujar dalam debat kelima capres-cawapres di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019

    Prabowo khawatir pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang pemerintah malah justru salah arah. "Jangan-jangan infrastruktur malah justru mempermudah barang dari luar masuk ke Indonesia, bukan barang Indonesia ke luar," ketusnya.

    Namun, Prabowo enggan menyalahkan Jokowi. Sebab, sebutnya, salah arahnya strategi pembangunan Indonesia juga disumbang oleh presiden-presiden terdahulu. "Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun. Tapi kita harus berani mengoreksi diri," tegas Prabowo.

    Debat pamungkas Pilpres 2019 telah selesai digelar. Debat ini juga menandai akhir dari masa kampanye pemilu 2019 yang telah dilaksanakan sejak 23 September 2019. 

    Pemilu serentak 2019 tinggal menghitung hari. Pemilu kali ini merupakan sejarah baru bagi bangsa Indonesia karena untuk pertama kalinya pemilihan umum anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden digelar di hari yang sama, yaitu Rabu, 17 April 2019 mendatang.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id