Kubu Prabowo Disebut Gagal Paham soal Tol Laut

    17 Februari 2019 17:08 WIB
    Kubu Prabowo Disebut Gagal Paham soal Tol Laut
    Ilustrasi tol laut. Foto: Antara/Didik Suhartono



    Jakarta: Ketua Persatuan Nasional Aktivis Maritim (Pena Maritim) Makbul Muhammad bereaksi atas tudingan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, soal gagalnya program tol laut. Menurut dia, Dahnil justru gagal paham soal program andalan pemerintahan Joko Widodo itu.

    "Tuduhan Dahnil tidak berdasar dan tidak berbasis data. Program tol laut selama ini menggunakan kapal-kapal negara yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional," kata Makbul melalui keterangan tertulis, Minggu, 17 Februari 2019.

     



    Di media center BPN pada 15 Februari lalu, Dahnil menyatakan Jokowi gagal menyukseskan program tol laut. "Sebanyak 90 persen shipping (pengiriman melalui laut) kita berasal dari luar negeri, bukan punya dalam negeri. Jadi, program tol laut selama ini tidak sukses," kata dia.

    Atas tudingan tersebut, Makbul lantas mendedah data. Pena Maritim mencatat pemerintah telah memberikan subsidi sekitar Rp1,5 triliun sejak 2015-2019 untuk menyukseskan tol laut.

    Dengan subsidi ini, kata dia, pemerintah telah mengurangi biaya pengiriman logistik melalui kapal laut. Sebelumnya, perkara pengiriman melalui laut dikuasai pelayaran swasta dengan biaya yang sangat mahal.

    "Sebagai aktivis maritim, saya mencatat, belum ada yang seberani Jokowi dalam memberikan subsidi di bidang transportasi logistik angkutan laut seperti saat ini," kata Makbul.

    Baca: Program Tol Laut Keberhasilan Jokowi

    Program tol laut yang dilakukan pemerintah, lanjut dia, sudah berhasil menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya, khususnya di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

    Seperti, di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Kabupaten Larantuka harga beras turun 17 persen. Di Pulau Sabu harga besi beton turun 13 persen. Di Pulau Rote harga terigu turun 13 persen. Si Lewoleba harga semen turun 10 persen.

    Di Papua juga terjadi penurunan disparitas harga. Misalnya di Fakfak harga beras turun 21 persen dan di Mimika harga semen turun 14 persen. 

    "Jadi jelas, program tol laut ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sementara BPN Prabowo-Sandi baru mulai membahasnya. Ya, pasti tertinggal jauh," kata dia.

    Makbul menyarankan BPN Prabowo-Sandi memberikan kritik yang objektif dan berdasarkan data yang valid. "Demi kemajuan maritim bangsa ini," pungkas dia.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id