KPU Cek 1.680 WNA Pemilik KTP-el

    Nur Azizah - 07 Maret 2019 09:58 WIB
    KPU Cek 1.680 WNA Pemilik KTP-el
    Ilustrasi KTP elektronik. Foto: MI/Arya Manggala
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengecek warga negara asing (WNA) yang diduga masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu. Ada sebanyak 1.680 WNA yang dikabarkan memiliki kartu KTP elektronik.

    "KPU telah melakukan pengecekan di lapangan, terkait persoalan orang asing atau WNA yang terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. KPU juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Ditjen Dukcapil Kemendagri," kata Komisioner KPU Viryan Aziz di Jakarta, Kamis, 7 Maret 2019.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari 1.680 WNA ada 103 WNA yang masuk dalam DPT. KPU pun melakukan verifikasi ulang terhadap 103 WNA tersebut.

    "Dari hasil verifikasi ulang, ternyata hanya ada 102 WNA yang diberikan (hak pilih) Kemendagri. Satu orang WNA memiliki data ganda," ungkap dia.

    WNA dengan identitas ganda itu bernama Guillaume. KPU kemudian menyandingkan data tersebut dengan Daftar Pemilih Hasil Tetap Hasil Perbaikan kedua atau DPTHP-2. 

    "Kami temukan ada 101 WNA yang masuk dalam DPT. Tapi kami sudah meminta KPU tingkat provinsi, kabupaten/kota, untuk mencoret nama yang bersangkutan," tegas dia.

    Jumlah WNA terdaftar di DPT berdasarkan provinsi rinciannya yaitu; Aceh dua WNA, Bali 34 WNA, Banten lima WNA, DIY tiga WNA, Jambi satu WNA, Jawa Barat 10 WNA, Jawa Tengah 12 WNA, Jawa Timur, 16 WNA, Bangka Belitung satu WNA, Lampung satu WNA, NTB tujuh WNA, NTT satu WNA, Sulawesi Selatan satu WNA, Sulawesi Utara satu WNA, Sumatera Barat tiga WNA, Sumatera Utara satu WNA, dan Papua satu WNA. 

    Baca juga: Bawaslu Duga WNA Terdaftar Pemilih Saat Proses Coklit

    Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendgari, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pihaknya menemukan 103 WNA pemilik KTP-el terdata dalam DPT. Zudan mengaku, menemukan data itu setelah melakukan pengecekan terhadap 1.600 WNA pemegang KTP-el. Zudan mengaku sudah menyerhakan data tersebut ke KPU untuk ditindkalanjuti. 

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menduga, ratusan WNA pemegang KTP-el terdaftar pemilih karena kesalahan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit). Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta serius menangani persoalan ini.  

    "Sekarang kemungkinan dari Coklit atau saat proses update pendaftaran pemilih," kata Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja di Gedung KPU. 

    Bagja mengatakan berdasarkan pengakuan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), data WNA itu tak berasal dari daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). Oleh karena itu, Bagja menduga data WNA terdaftar sebagai pemilih saat proses coklit. 

    Bagja juga menduga kemungkinan ada kesalahan petugas pemutakhiran data pemilih yang menyebabkan persoalan ini. Pasalnya KTP-el milik WNA dan KTP-el WNI secara fisik hampir sama.

    Baca juga: KPU Coret 101 WNA dari DPT



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id