Bawaslu Tanjungpinang Laporkan Kasus Intimidasi ke Polisi

    Anwar Sadat Guna - 10 Januari 2019 19:56 WIB
    Bawaslu Tanjungpinang Laporkan Kasus Intimidasi ke Polisi
    ilustrasi Medcom.id
    Batam: Maryamah, seorang Komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang diduga diintimidasi sekelompok orang saat menindaklanjuti kasus dugaan politik uang yang melibatkan calon anggota legislatif (caleg). Kasus itu telah dilaporkan Bawaslu ke Polres Tanjungpinang. 

    Pengintimidasi merupakan seorang warga yang mengaku sebagai ketua RT di Kampung Sei Jari, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Warga tersebut tidak mengizinkan Bawaslu memasuki area perumahannya untuk bertemu saksi terkait laporan dugaan politik uang. 
    Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah, mengaku, intimidasi itu berupa pengadangan dan ancaman pada Rabu, 9 Januari 2019. Warga yang mengaku sebagai ketua RT itu, kata dia, balik menuding proses hukum pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Tanjungpinang tidak benar.

    Bahkan saat kejadian, kata dia, pelat nomor polisi mobil yang dikendarai rombongan Bawaslu difoto oleh warga. “Maksud kedatangan kami baik-baik dan sudah minta izin. Tetapi mendapat perlakuan yang tidak baik. Kami bahkan diancam,” ujarnya.  

    Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Maryamah dan tiga stafnya meninggalkan lokasi. Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

    Ketua Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Kepri, Indrawan menyayangkan intimidasi terhadap Komisioner Bawaslu saat melaksanakan tugasnya. Saat itu, kata Indrawan, Maryamah ingin mendapatkan keterangan saksi yang tinggal di Jalan Batu Naga, Kampung Sei Jari, Tanjungpinang.

    "Kami menyayangkan hal ini terjadi. Kalau orang tersebut tak mau menjadi saksi, sampaikan secara tertulis, tidak perlu menggunakan cara-cara yang tidak wajar," ujar Indrawan, Kamis, 10 Januari 2019. Dia menegaskan, tindakan oknum warga tersebut bisa dikategorikan menghalangi petugas dalam melaksanakan tugas yang dilindungi konstitusi. 

    Bawaslu Tanjungpinang, sambung Indrawan, tengah mendalami kasus penghadangan dan pengancaman itu. "Kami justru kasus ini dilaporkan kepada pihak berwajib," tegasnya. 

    Ia menambahkan, agar kasus dugaan intimidasi dan pengancaman yang berhubungan dengan salah seorang caleg juga ditindaklanjuti. "Caleg berinisial MB juga sebaiknya dimintai keterangan sehingga kasus ini terang-benderang," pungkasnya. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id