Cek Fakta: Indonesia Peringkat 4 Importir Produk Halal di Dunia

    Damar Iradat - 13 April 2019 23:05 WIB
    Cek Fakta: Indonesia Peringkat 4 Importir Produk Halal di Dunia
    Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno - ANT/Wahyu Putro A.
    Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan jika jumlah impor produk halal ke Indonesia masih cukup besar. Bahkan, menurut dia, Indonesia berada di posisi 4 negara importir produk halal di dunia. 

    Sandiaga menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, sebagai salah satu negara destinasi wisata halal, Indonesia harusnya dapat memproduksi barang halal. 

    "Sementara Indonesia juga berada pada posisi 4 negara sebagai importir produk halal di dunia. Harusnya, kita yang memproduksi barang halal,” kata Sandiaga dalam debat kelima capres-cawapres di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019.

    Sebelumnya, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo pada tahun 2017 menyatakan jika Indonesia masih menjadi importir produk industri makanan halal terbesar ke-4 di dunia. 

    "Indonesia masih menjadi importir produk industri makanan halal terbesar ke-4 di dunia, dan menjadi pasar bagi produk wisata, industri obat dan kosmetik halal, serta fashion syariah global," kata Agus dalam sambutannya pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah Indonesia (ISEF) 2017 di Surabaya, Kamis, 9 November 2017.

    Namun begitu, saat itu Agus berharap Indonesia tidak terus menjadi negara pengimpor produk halal. Sebab, hal itu malah akan memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan posisi neraca pembayaran. 

    Lebih lanjut, dia menyebut, derasnya produk halal impor lebih jauh akan mengancam kemandirian dan ketahanan perekonomian nasional. Apalagi, saat itu ekonomi dan keuangan syariah di dunia berkembang pesat, termasuk di Indonesia. 

    Hal ini juga terlihat dari peningkatan volume industri halal global yang pada 2015 mampu mencapai USD3,84 triliun dan diperkirakan akan meningkat lagi hingga USD6,38 triliun pada 2021.

    Pertumbuhan yang menjanjikan ini, katanya, memicu berbagai negara di dunia untuk berlomba memamfaatkan peluang dan berupaya menjadi pemain utama di industri halal global.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id